Technologue.id, Jakarta – Sebagai media sosial dengan pengguna terbanyak di dunia, nama besar Facebook tak perlu diragukan lagi. Pada Q1 2018, Facebook mengklaim platformnya dikunjungi lebih dari 1,4 miliar setiap harinya. Sementara basis pengguna mereka sendiri hampir menyentuh 2,2 miliar user.

Hal inilah yang membuat para penjahat cyber berinisiatif membuat jebakan digital untuk netizen yang tak awas. Temuan dari Kaspersky Lab selama Januari-Maret 2018 menemukan ada 3,6 juta upaya pihak tak bertanggung jawab untuk mengarahkan kunjungan ke laman jejaring sosial palsu; seperti yang mungkin telah Anda tebak, 60 persen di antaranya adalah halaman Facebook abal-abal.

Baca juga:

Facebook Peringatkan Jutaan Penggunanya Tentang Bug Privasi

Upaya phising ini adalah bentuk kejahatan siber yang menarget data pribadi warganet dari akun jejaring sosialnya. Dengan membuat salinan situs web populer seperti medsos, pelaku berharap bisa memancing user yang tak waspada untuk mendapatkan nama, kata sandi, kode PIN, nomor kartu kredit, dan sebagainya.

- Advertisement -

Dalam penjelasannya pada redaksi (05/06/2018), selain Facebook, laman yang paling sering dipalsukan lainnya di kategori jejaring sosial adalah VK, medsos asal Rusia, dan LinkedIn. Sementara tiga website yang jadi sasaran teratas phising adalah Facebook, Microsoft, serta PayPal. Akan tetapi, secara garis besar, target utama serangan phishing saat ini masih sama sejak akhir tahun lalu, yaitu portal internet global dan sektor keuangan, termasuk bank, layanan pembayaran dan toko online.

Baca juga:

Sindiran Menohok Kreator Snapchat ke Facebook

“Walaupun sudah banyak kejadian kejahatan dunia maya yang terjadi secara global, namun orang-orang masih terus mengklik tautan yang tidak aman dan memberikan izin kepada aplikasi tidak dikenal untuk mengakses data pribadi,” kata Nadezhda Demidova, analis konten web Kaspersky Lab.

“Karena kurangnya kewaspadaan para pengguna internet inilah data di sejumlah besar akun hilang dan disalahgunakan oleh pelaku kejahatan siber. Jika dibiarkan, fenomena ini dapat merusak keamanan siber sekaligus menghasilkan uang bagi para pelakunya,” tambahnya.

Baca juga:

Facebook Akui Pecat Karyawannya Terkait Skandal Cambridge Analytica

Trik paling sederhana untuk terhindar dari praktik phising adalah dengan selalu memeriksa tautan dan email pengirim sebelum mengklik apa pun di laman tersebut. Anda juga patut curiga apabila ada website yang tiba-tiba muncul tanpa Anda panggil sebelumnya dan mengajak Anda untuk mengisi data yang sifatnya pribadi.