Awas, Modus Penipuan E-commerce ini Masih Marak Terjadi!

Awas, Modus Penipuan E-commerce ini Masih Marak Terjadi!
Ilustrasi penipu e-commerce (source: gruenderszene.de)

Technologue.id, Jakarta – Redaksi memantau bahwa belakangan di sejumlah situs e-commerce, telah terjadi beragam kasus penipuan. Dari kasus-kasus tersebut, modus operandi yang masih sering dilakukan dan cukup berhasil adalah dengan meminta calon korban untuk bertransaksi menggunakan jalur pribadi alias di luar platform e-commerce tersebut.

Salah seorang pengguna Bukalapak, Arief, belum lama ini coba ditarget oleh pelaku. Untungnya, Arief tak sampai terjebak karena menyadari kalau proses transaksi yang dilakukan penjual tersebut tidaklah wajar. Saat ia diminta untuk mentransfer uang ke rekening pribadi seller, alih-alih menurutinya, ia malah mengadukan seller tersebut ke pihak Bukalapak.

Awas, Modus Penipuan E-commerce ini Masih Marak Terjadi!
Temuan pengguna Bukalapak terhadap penjual nakal (source: Twitter)

Sayangnya, tak semua pengguna layanan e-commerce menyadari akan bahaya transaksi “di bawah meja” ini layaknya Arief.

Baca juga:

Di Blibli.com, Ini Merek Motor dan Mobil yang Terlaris Tahun 2017

Kasus serupa ternyata juga dialami beberapa user di Prelo, e-commerce yang mewadahi jual-beli barang bekas atau preloved. Dari keterangan Annisa Dewi, Business Development Executive Prelo, ada beberapa user yang melapor kalau mereka telah ditipu oleh seller nakal. Penyebabnya, mereka bertransaksi tidak melalui layanan dan fitur yang sudah disediakan startup asal Bandung tersebut.

“Enggak tahu pasti kalau kerugiannya. Soalnya kan transaksinya di luar Prelo. Jadi mereka saling [berkomunikasi via] WhatsApp gitu, enggak chat di aplikasi Prelo,” jelas Annisa saat dihubungi Technologue.id.

Dari pengamatan redaksi, sejauh yang bisa dilakukan pelaku e-commerce untuk mengantisipasi kasus serupa terjadi lagi adalah dengan mengedukasi para penggunanya untuk tidak bertransaksi di luar kanal yang tersedia. Di samping itu, user turut diminta untuk berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan diri sebagai e-commerce tersebut dan meminta data diri semacam password, kode verifikasi, email, dan lainnya.

Baca juga:

Tak Sembarang Jual Barang Second, Prelo Klaim Beda dengan E-commerce Lain

Ya, walaupun platform seperti Prelo dan Bukalapak tidak mengalami kerugian materiil dari kasus semacam ini, tetapi wajar kalau mereka menaruh perhatian lebih terhadap penggunanya. Sebab, ketika pelanggan tidak nyaman lagi berbelanja di platform tersebut, tentunya nama dan reputasi mereka yang dipertaruhkan.

Jadi untuk amannya, saat melakukan jual-beli di suatu e-commerce, pastikan semua transaksi dilakukan di dalam platform yang tersedia. Selain itu, wajib hukumnya untuk mentransfer uang yang telah disepakati dengan penjual ke rekening bank atas nama e-commerce tersebut. Jangan ke rekening pribadi penjual karena Anda tak akan mendapat jaminan produk akan sampai ketika uang sudah ditransfer.

Baca juga:

Di Sini Tempat Belanja Online Teramai Selama Ramadan 2017, Bukan Lazada!

Semoga kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih bijak dalam berbelanja di e-commerce.

loading...