Bayar di Tempat, Fitur Baru dari Traveloka

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Anda yang gemar memesan kamar hotel via aplikasi Traveloka kemungkinan akan suka dengan fitur yang baru disediakan salah satu startup unicorn Indonesia ini. Ya, di awal Mei ini, Traveloka secara resmi memperkenalkan fitur “Bayar di Hotel” sebagai salah satu opsi pembayaran yang bisa mereka tampung.

Dengan fitur ini, pelanggan bisa memesan hotel di muka via aplikasi dan baru melakukan pembayaran saat proses check-in menggunakan uang tunai ataupun kartu kredit. Benefit lain dari pengguna fitur ini adalah Traveloka Poin yang dapat ditukarkan dengan beragam reward. Traveloka sendiri mengklaim sudah ada ribuan hotel mitranya, baik di Indonesia maupun di Asia Tenggara, yang sudah mendukung fitur bayar di tempat ini.

Baca juga:

Lewat Startup “Bus Mini” Ini, Mercedes-Benz Tantang Uber

“Fitur ‘Bayar di Hotel’ merupakan salah satu inovasi yang kami tawarkan kepada para pelanggan untuk memberikan kemudahan pembayaran dalam melakukan pemesanan hotel. Penambahan fitur ini diharapkan dapat menjadi alternatif pembayaran yang lebih fleksibel guna memudahkan para pelanggan dalam merencanakan perjalanan mereka,” papar John Safenson, Country Market Manager Traveloka, pada redaksi (04/05/2018).

Baca juga:

Google Siap Danai Startup Berbasis AI Anda, Asalkan…

Namun, bukan berarti dengan adanya fitur Bayar di Hotel ini Anda bisa seenaknya saja membatalkan pemesanan. Sebab, supaya bisa membayar tagihan langsung di hotel, Anda harus punya kartu kredit dan memasukkan rincian kartu kredit tersebut sebagai jaminan pesanan. Setelah melakukan pemesanan hotel yang mendukung layanan Bayar di Hotel, pelanggan akan mendapatkan voucher hotel yang harus ditunjukkan pada resepsionis hotel untuk kemudian melakukan pembayaran.

Baca juga:

Sasar Generasi Milenial, Global Digital Open Trip Luncurkan Aplikasi diOpentrip

Traveloka telah menjangkau negara-negara di Asia Tenggara sejak 2016. Mereka juga pernah mendapat investasi dari Expedia Inc. sebesar 350 juta USD (sekitar Rp4 triliunan) di tahun 2017 dan 500 juta USD (Rp6 triliunan) setahun sebelumnya dari East Ventures dan kawan-kawan.

- Advertisement -

Latest News

Facebook Temukan Cara Identifikasi Konten Deepfake

Technologue.id, Jakarta - Facebook sukses menemukan cara untuk mengidentifikasi deepfake. Ini dilakukan dengan menggunkan software artificial intelligence (AI). Dilansir...

Peneliti Temukan Malware Baik Hati

Technologue.id, Jakarta - Laporan terbaru dari BleepingComputer dan SophosLab menyebut ada malware unik ditemukan. Berbeda dari malware kebanyakan, malware...

Vivo V21 Siap Rilis di Indonesia, Unggulkan Kamera Selfie 44MP

Technologue.id, Jakarta - Vivo V21 segera melantai di Indonesia. Peluncuran produk terbaru V-Series tersebut akan berlangsung pada tanggal 22 Juni 2021 mendatang.

Viral Gajah Dipaksa Kerja Tarik Kayu, Netizen: Dzalim!

Technologue.id, Jakarta - Video gajah yang bekerja keras menarik potongan kayu viral di media sosial. Video tersebut diunggah dibanyak akun, salah satunya...

Nokia Ramai Dibahas Netizen Twitter

Technologue.id, Jakarta - Nokia mendadak ramai dibicarakan oleh para netizen Twitter . Hal ini lantaran tersebarnya meme berbunyi "Apa merk hp lo...

Related Stories