Tak hanya itu, festival ini juga menawarkan berbagai workshop interaktif. Mulai dari Chinese paper cutting, kaligrafi Tiongkok, hingga bamboo art yang dapat diikuti oleh pengunjung dari berbagai usia.

Suasana festival semakin meriah dengan hadirnya bazaar tematik yang melibatkan berbagai tenant dan komunitas. Kehadiran elemen ini membuat Panda Fest terasa lebih hidup dan memberikan pengalaman wisata yang lebih lengkap.

Sementara itu, General Manager Taman Safari Bogor, Sere Nababan, menilai Panda Fest sebagai momentum penting untuk menarik wisatawan. “Melalui Panda Fest, kami ingin menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda bagi pengunjung, di mana hiburan, budaya, dan edukasi konservasi dapat dinikmati dalam satu rangkaian festival yang meriah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa festival ini juga diharapkan menjadi destinasi favorit selama libur Lebaran. Dengan konsep yang menyeluruh, Panda Fest menyasar keluarga yang ingin menikmati liburan sekaligus mendapatkan nilai edukasi.

Lebih jauh, keberhasilan kelahiran Rio juga mencerminkan kuatnya kerja sama bilateral antara Indonesia dan Tiongkok. Hal ini menunjukkan bahwa upaya konservasi satwa langka membutuhkan kolaborasi lintas negara yang berkelanjutan.

Sebagai lembaga konservasi, Taman Safari Indonesia telah lama berperan dalam penyelamatan dan pelestarian satwa. Dengan lebih dari 22.000 satwa dari 673 spesies, Taman Safari terus memperkuat komitmennya dalam edukasi dan konservasi.

Melalui Panda Fest 2026, Taman Safari Indonesia tidak hanya merayakan momen bersejarah, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang bermakna. Festival ini menjadi bukti bahwa hiburan, budaya, dan konservasi dapat berjalan beriringan dalam satu momentum.