Begini Rayuan Menkominfo ke Para Pemilik Modal AS

Begini Rayuan Menkominfo ke Para Pemilik Modal AS
Rudiantara, Menkominfo (source: Kemkominfo)

Technologue.id, Jakarta – Awal pekan ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melanjutkan agendanya di Amerika Serikat untuk mempromosikan sekaligus membangun industri digital lokal.

Senin (02/10/17) kemarin, rombongan dari Indonesia yang di antaranya terdiri dari perwakilan Kemkominfo dan dua startup unicorn, Tokopedia dan Go-Jek, berkesempatan bertemu dengan para venture capital (VC) top tier di Westin Palo Alto, California. Mereka yang hadir adalah Sovereigns Capital, Softbank, Amasia, Rise Capital, dan Fenox+Garage Technology Ventures.

Baca juga:

Ini Hasil “Kopi Darat” Kemkominfo dan Venture Capital Silicon Valley

Tentu saja kesempatan ini tak disia-siakan Kemkominfo. Kendati Menkominfo Rudiantara tak turut hadir di sana, ia menyempatkan menyapa melalui video conference. Tak sekadar memberi sambutan, pria yang akrab dengan panggilan Chief RA itu juga melemparkan bujuk rayunya agar VC terkemuka itu mau berinvestasi ke Indonesia.

Menurut Rudiantara, Indonesia yang sekarang sudah berbeda dengan tiga tahun lalu ketika ia pergi ke Silicon Valley bersama sejumlah startup nasional. Saat itu, ia berharap bisa kembali ke “situs peradaban” teknologi terkemuka itu dengan satu, dua startup unicorn. Namun kemarin, ia dengan bangga menyatakan Indonesia sudah punya tiga startup yang memiliki valuasi lebih dari 1 miliar USD.

Baca juga:

Startup Asal Pacitan Ini Disuntik Rp2 Miliar, Apa Karya Mereka?

Pria berkacamata itu lantas berkata bahwa 12 tahun lagi, skena startup nasional akan jauh lebih hebat dari sekarang. Rudiantara lantas mengajak para VC untuk berinvestasi ke Indonesia sebelum tahun 2030, yang ia sebut sebagai era kejayaan Indonesia, tiba.

“Mengapa saya selalu menggunakan tahun 2030, alasan pertama adalah Indonesia akan menjadi puncak bonus demografi di tahun tersebut. Alasan yang kedua, ekonomi Indonesia akan menjadi urutan kelima di urutan 2030 yang dapat diketahui melalui sudut pandang GDP berdasarkan peneliatian yang dilakukan oleh PWC,” jelasnya, seperti dikutip dari rilis pers Kemkominfo (05/10/17).

Baca juga:

Antara Go-Jek, Grab, dan Uber, Mana Favorit Pengguna Android Indonesia?

“Jadi saya selalu berkata pada teman-teman bahwa kalian harus berinvestasi di Indonesia sekarang juga. Jika kalian tidak berinvestasi di Indonesia mulai dari sekarang, maka perusahaan lain akan terlebih dahulu berinvestasi dan kalian akan kehilangan kesempatan,” begitu rayu Rudiantara.