Baca Juga: Abaikan Peringatan AS, Huawei Siap Rilis 5G di Asia Tenggara
Dikutip dari Dailymail, Kamis (07/11/2019), Wang Xi, Wakil Menteri Sains dan Teknologi China mengatakan bahwa project ini masih dalam tahap awal sehingga belum menemukan skema yang ideal. "Rute teknis masih belum jelas, ditambah indikator kunci dan skenario aplikasi belum distandardisasi dan ditetapkan," tutur Wang Xi. Tiga operator telekomunikasi milik negara China yaitu China Mobile, China Unicom, dan China Telecom, baru saja meluncurkan paket data 5G mereka Kamis lalu. Negara Tirai Bambu ini akan mengaktifkan lebih dari 130.000 BTS 5G pada akhir tahun ini untuk mendukung jaringan, yang menjadi salah satu penyebaran 5G terbesar di dunia. Insinyur Cina pun telah membangun 'kota pintar 5G' dekat Shanghai, di mana penduduk akan dapat mengunduh serial TV, film, atau game dengan kecepatan mengesankan 1,7GB per detik.Baca Juga: 2020, Ratusan Juta Smartphone 5G akan Tersebar Seluruh Dunia
Selain China, negara-negara di seluruh dunia telah berlomba untuk meluncurkan jaringan 5G, yang dapat memberikan kecepatan data setidaknya 20 kali lebih cepat dari 4G dan mendukung teknologi baru seperti Self-Driving dan Augmented Reality (AR). Pada Februari lalu, Presiden AS Donald Trump mengirim Tweet yang mengatakan bahwa Ia menginginkan teknologi 6G di Amerika Serikat sesegera mungkin, dan mendesak perusahaan-perusahaan AS untuk meningkatkan upaya mereka agar tidak tertinggal.