Jakarta — Bocoran terbaru mengenai konsol generasi berikutnya dari Sony, PlayStation 6, mulai beredar di kalangan penggemar. Informasi yang belum dikonfirmasi ini justru menghadirkan skenario yang cukup mengejutkan, di mana Sony disebut siap mengorbankan sebagian kekuatan mentah konsol demi menjaga harga jual tetap terjangkau.

Kabar ini muncul di tengah kenaikan harga PlayStation 5 yang baru saja diumumkan. Jika strategi tersebut benar, para gamer mungkin tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk mendapatkan konsol generasi terbaru.

Informasi ini pertama kali diungkap oleh pembocor AMD terkenal, KeplerL2, di forum Neogaf. Ia menyebutkan bahwa Sony berencana menurunkan spesifikasi teknis tertentu pada PS6 untuk menekan biaya produksi.

Langkah ini dinilai sebagai respons terhadap prediksi kelangkaan memori yang diperkirakan masih berlangsung saat konsol baru diluncurkan. Dengan mengurangi komponen, Sony bisa menawarkan harga yang lebih kompetitif.

Bocoran sebelumnya menyebutkan PS6 akan dibekali RAM 30GB. Namun, berdasarkan informasi terbaru, angka tersebut kemungkinan besar akan diturunkan menjadi 24GB VRAM dengan bus memori 128-bit.

KeplerL2 menyatakan bahwa perubahan ini akan menghasilkan pengurangan biaya material (BOM) sekitar 60 dolar AS. Penghematan ini dinilai signifikan tanpa harus mengubah arsitektur APU secara keseluruhan.

“Hanya dengan menonaktifkan satu pengontrol memori, hasil yang diinginkan bisa tercapai,” tulis KeplerL2 di forum tersebut. Ia juga menambahkan bahwa langkah ini akan meningkatkan hasil produksi SoC karena dapat memanfaatkan cacat pada pengontrol memori.

Meski demikian, perlu dicatat bahwa informasi ini hanyalah bocoran dan belum ada pernyataan resmi dari Sony. Pihak Sony sendiri dalam panggilan pendapatan terbaru mengaku belum menentukan tanggal pasti peluncuran konsol berikutnya.

Keputusan untuk menurunkan bus memori jelas akan memengaruhi potensi performa dan bandwidth konsol baru. Namun, kompromi ini diambil demi menjaga agar harga jual tetap masuk akal di tengah tekanan biaya produksi.

Sebagai perbandingan, PlayStation 5 saat ini menggunakan bus memori 256-bit dengan 16GB GDDR6 VRAM. PS6 dengan spesifikasi yang lebih rendah mungkin tidak akan menawarkan lompatan grafis yang sangat besar dari generasi sebelumnya.

Meski begitu, konsol baru ini diprediksi tetap memberikan peningkatan performa yang signifikan, bahkan jika dibandingkan dengan PlayStation 5 Pro. PS5 Pro memiliki spesifikasi VRAM dan bus memori yang sama, tetapi dengan tambahan 2GB DDR5 untuk sistem operasi.

Tambahan memori tersebut memungkinkan PS5 Pro menggunakan lebih banyak memori utama untuk game. Namun, PS6 dengan arsitektur yang lebih baru diyakini masih unggul secara keseluruhan.

Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai jadwal rilis PlayStation 6. Para analis memperkirakan konsol ini tidak akan hadir sebelum tahun 2028, atau bahkan hingga 2030.

Bagi para pemilik PS5, masih banyak cara untuk memaksimalkan pengalaman bermain sebelum konsol generasi berikutnya tiba. Anda bisa mencoba beberapa pengaturan untuk meningkatkan performa PS5 Anda.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu memantau game gratis PlayStation Plus setiap bulannya. Ada banyak judul menarik yang bisa dinikmati tanpa biaya tambahan.

Bagi yang penasaran dengan spesifikasi lebih detail, kami sudah merangkumnya dalam artikel bocoran spesifikasi PS6 sebelumnya.

Keputusan untuk menurunkan spesifikasi demi harga yang lebih murah tentu menjadi dilema bagi para penggemar. Di satu sisi, mereka menginginkan performa terbaik, namun di sisi lain, harga yang terjangkau juga menjadi pertimbangan utama.

Yang jelas, Sony tampaknya lebih memilih pendekatan pragmatis untuk memastikan konsol barunya bisa diakses oleh sebanyak mungkin orang. Kita tunggu saja pengumuman resmi dari perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.