Baca juga:
Rambah Dunia Medis, Qualcomm Hadirkan Wireless Reach Thrive
“Dewan direksi telah sepakat memutuskan bahwa tawaran Anda yang direvisi masih berada di bawah ketentuan nilai Qualcomm, dan tak memenuhi komitemen regulasi yang diperlukan, mengingat resiko signifikan dari transaksi yang gagal," tulis Jacobs dalam surat tersebut. Namun, dibalik surat penolakan ini, masih ada secercah kesempatan bagi Broadcom untuk meminang perusahaan asal Tiongkok tersebut. Pasalnya, Jacobs mengatakan bahwa dewan Qualcomm akan menemui pihak Broadcom untuk mengeksplorasi ‘opsi lain’, jika memang Broadcom masih tertarik ingin mengakuisisi mereka.Baca juga:
2018, Qualcomm Fokus Terhadap Segmen Ini
Qualcomm juga mempertanyakan kepada Broadcom apakah nilai USD 82 (sekitar Rp1,1 juta) per saham ini dapat digoyang kembali. Pasalnya, menurut mereka nilai tawaran ‘tertinggi’ yang diajukan oleh Broadcom dirasa masih kurang banyak. Sebagai informasi, pada November lalu, Broadcom telah melakukan penawaran akusisi sebesar USD 70 (sekitar Rp930 ribu) per saham terhadap Qualcomm. Namun seperti yang diduga, Qualcomm pun menolak tawaran tersebut mentah-mentah.Baca juga :
Wow Activision Blizzard Raup Rp 53 Triliun dari Microtransaction!
Hingga saat ini, masih belum diketahui apakah pihak Broadcom bersedia menerima tawaran dari Quallcom atau tidak. Pasalnya, pihak Broadcom sendiri menekankan bahwa nilai tawaran saat ini adalah nilai tertinggi yang akan dikeluarkan oleh mereka untuk melakukan akusisi Qualcomm.