Technologue.id, Jakarta – Ternyata tren in-game transaction atau bisa juga disebut sebagai mictrotransaction dalam sebuah game, masih menjadi cara paling ampuh bagi developer atau publisher game untuk mengumpulkan pundi-pundi keuntungan. Seperti Activison Blizzard yang mengungkapkan laporan terbaru mereka yang berhasil meraup USD 4 miliar atau sekitar Rp 54 triliun hanya dari transaksi dalam game!

Angka ini tentu tidak mengherankan, mengingat game-game buatan Activision Blizzard masuk kategori game AAA yang sangat populer. Coba tengok Call of Duty, Destiny 1 & 2, Heroes of Storm, Hearthstone, World of Warcraft, hingga Overwatch, semuanya menawarkan fitur in-game transactions bagi pemainnya.

Baca juga:

Akhirnya, Twitter Raih Untung untuk Pertama Kalinya

Jumlah pencapaian ini juga memperhitungkan transaksi dari konten DLC, sehingga tak serta merta dari transaksi item dalam game semata. Laporan keuntungan yang didapat Activision Blizzard ini dihimpun selama tahun 2017.

CEO Activision Blizzard, Bobby Kotick menuturkan bahwa raihan ini menjadi penutup akhir tahun yang sempurna, sekaligus menjadi pencapaian rekor pendapatan tersendiri bagi mereka.

Baca juga:

Tahun 2017, Google Bagi-bagi Rp41 Miliar Buat Para Hacker Saja

“Ini menjadi rekor dari beberapa rekor untuk menutup akhir tahun Activision Blizzard. Pada tahun 2017, komunitas kami mencapai tonggak sejarah baru, bisnis kami menghasilkan pendapatan dan arus kas, dan kami membuat kemajuan penting dalam membangun pertumbuhan (game) di masa depan seperti Liga Overwatch,” tutur Kotick seperti dilansir dari Ubergizmo.com (11/02/2018).

Baca juga:

Google Lirik Industri Game Streaming

Untuk mengarungi tahun 2018, Kotick juga berjani bahwa Activision Blizzard akan terus melayani para gamers dan penggemar dengan jauh lebih baik lagi dari sebelumnya.

“Kami tidak bisa lebih bersemangat lagi untuk kesempatan di depan di 2018 untuk terus melayani pemain dan penggemar kami,” tutup Kotick.