Technologue.id, Jakarta – Sebagian besar dari Anda pasti sudah mengenal PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG). Game multiplayer battle royale ini memang telah menjelma sebagai fenomena baru di tengah masyarakat dan pengguna smartphone. September lalu saja, PUBG Mobile dimainkan lebih dari 20 juta pemain di seluruh dunia tiap harinya.

Namun, tahukah Anda kalau PUBG ternyata juga sedikit diskriminatif. Mengutip VentureBeat.com (15/11/2018), di PUBG Mobile, kata “Taiwan” disensor dalam chat. Ketika kata tersebut dikirimkan via chat, maka yang muncul hanyalah deretan asterisk alias simbol bintang. Hal ini berlaku untuk user PUBG dari seluruh dunia.

Baca juga:

PUBG Mobile Catatkan 20 Juta Pemain Aktif di Seluruh Dunia

Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa PUBG Mobile menyensor kata yang bukan makian?

- Advertisement -

Hal ini tak bisa dilepaskan dari aktivitas sensor yang dilakukan oleh pemerintah Tiongkok dan iso politis antara China dan Taiwan. Sejak Taiwan terbentuk tahun 1949, baik Taiwan dan China saling mengklaim sebagai pemerintah China yang berkuasa. Pemerintah China pun seperti alergi dengan Taiwan.

Baca juga:

5 Aksesori Wajib untuk Main PUBG Mobile

Misalnya, ketika Beijing mengancam perusahaan penerbangan Amerika seperti American Airlines, Delta, dan United untuk mengubah cara penyebutan Taiwan. Alhasil, di informasi penerbangan mereka, “Taiwan” pun diganti dengan singkatan “TW” atau “Taipei”. Tahun ini juga China melarang perwakilan termasuk wartawan Taiwan untuk berpartisipasi dalam pertemuan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia di Jenewa.

Mengingat China merupakan salah satu pasar konsumen game terbesar di dunia, aturan yang ditetapkan oleh pemerintah setempat pun akhirnya mempengaruhi developer PUBG Mobile. Dalam hal ini, adalah dengan menyensor kata Taiwan di game-nya. Yang ditakutkan, aturan “lokal” ini dalam jangka panjang dapat mempengaruhi standar sensor industri game secara global.

Baca juga:

Sebentar Lagi, Main PUBG Harus Setorkan KTP, Buat Apa?

Menurut Anda, haruskah industri game (juga industri digital pada umumnya) dan kepentingan politik dipisahkan? Ataukah ini hal yang wajar?