Technologue.id, Jakarta – Kejadian Maret lalu barangkali masih membekas di ingatan sebagian dari Anda. Kala itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memblokir akses ke platform Tumblr untuk yang kedua kalinya setelah pernah melakukannya di tahun 2016. Alasannya, karena Kemkominfo telah menerima laporan konten asusila dan menemukan lebih dari 360 akun terkait di microblogging tersebut.

Beban Tumblr makin berat karena November lalu, Apple menghapus aplikasi mereka dari App Store. Maraknya konten sensitif di jejaring sosial yang dibangun oleh David Karp itu ditengarai menjadi penyebabnya.

Baca juga:

Aplikasi Tumblr Menghilang dari App Store, Apa Sebabnya?

Tumblr ternyata tak tinggal diam. Akhirnya di ujung tahun ini, mereka mengumumkan kalau tak akan menolerir konten dewasa di platformnya mulai 17 Desember 2018. Melansir Engadget.com (03/12/2018), konten yang dimaksud tersebut di antaranya foto, video atau GIF yang menunjukkan bentuk riil alat kelamin manusia dan aktivitas seksual.

- Advertisement -

Baca juga:

Pemblokiran Tumblr Tak Adil?

Sebagai catatan, setelah 17 Desember nanti, Tumblr tetap akan membinasakan konten pornografi kendati pengaksesnya merupakan sudah berusia 18 tahun atau lebih. Sebelumnya, mereka “cuma” menyediakan fitur Safe Mode, yang berguna untuk menampilkan atau memblokir konten yang ingin atau tak ingin di lihatnya. Fitur ini hanya bisa diaktifkan oleh pengguna berusia 18 tahun ke atas.

Untuk melakukan penyaringan ini, Tumblr bakal bergantung ke tool yang secara otomatis mengindentifikasi konten sensitif atau bukan. Walau begitu, mereka tetap terbuka apabila ada user yang merasa konten atau blognya tidak menyalahi aturan.

Baca juga:

Netizen Tak Terima Alasan Kemkominfo Blokir Tumblr

“Karena Tumblr terus tumbuh dan berkembang, dan pemahaman tentang dampak kami terhadap dunia kita menjadi lebih jelas, kami memiliki tanggung jawab untuk mempertimbangkan dampak itu di berbagai kelompok usia, demografi, budaya, dan pola pikir,” papar Tumblr dalam pernyataan resminya.