Buntut Insiden Kebakaran, Garuda Indonesia Larang Pengiriman Smartphone Vivo

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Garuda Indonesia resmi melarang pengiriman cargo smartphone Vivo. Kebijakan ini diambil usai terjadinya insiden kebakaran cargo berisi Vivo Y20 di Hong Kong.

Larangan tertuang dalam surat pemberitahuan Cargo Information Notice (CIN) bernomor QA/007/IV/2021. Tak hanya untuk Y20, larangan berlaku untuk semua tipe smartphone Vivo.

“Maka bersama ini kami sampaikan pelarangan/embargo pengiriman handphone merek tersebut melalui kargo udara paralel menunggu hasil proses investigasi oleh Otoritas bandar udara Hong Kong (HKCAD),” tulisnya.

Baca Juga:

Lulus TKDN, Vivo V21 5G Siap Rilis di Indonesia


Dalam CIN disebutkan bahwa bahwa Vivo hanya boleh melakukan pengiriman untik sparepart, aksesoris, dan selubung (casing handphone tanpa lithium battery) dapat diterima dan diangkut melalui kargo udara.

Petugas Cargo Acceptance (AVSEC) juga harus memastikan setiap pengiriman smarphone yang akan dikirim tidak terdapat merek Vivo dibuktikan dengan packing list yang ada dan atau pemeriksaan fisik secara acak.

Tak hanya itu, semua unit dan personil operasional kargo diwajibkan menjalankan Standard Operationg Procedures (SOP) secara konsisten dan dimonitor dengan baik guna aspek safety dan security tetap terjaga.

Dikatakan bahwa kebijakan ini berlaku untuk seluruh stasiun perwakilan Garuda Indonesia. Kebijakan ini mulai berlaku sejak tanggal CIN ini dikeluarkan.

Baca Juga:

Cargo Berisi Vivo Y20 Ludes Terbakar


Untuk diketahui, insiden kebakaran cargo berisi Vivo Y20 terjadi di Hong Kong International Airport pada 11 April kemarin. Palet tersebut semula akan dikirim ke Thailand dengan Hong Kong Air Cargo Carrier.


Insiden kebakaran ini telah dibenarkan oleh pihak Vivo sendiri. Perusahaan menyebut akan membentuk tim khusus yang akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengusut penyebab terjadinya kebakaran.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories