Technologue.id, Jakarta – Siapa tak kenal Fortnite? Game shooter-survival ini memiliki keasyikan tersendiri, sebab di versi Battle Royale, 100 gamer bisa saling beradu dan mengalahkan hingga menjadi orang terakhir yang tersisa.

Di Android, game ini baru bisa dimainkan secara terbatas. Namun di iOS, pengguna Fortnite bisa bebas memainkannya. Tak ayal, revenue yang diraup Epic Games selaku pengembang begitu luar biasa nominalnya.

Baca juga:

Begini Cara Unduh Fortnite di Smartphone Android

Menurut Sensor Tower, dalam 200 hari sejak di-launching di smartphone dan tablet Apple, Fortnite telah meraup setidaknya US$300 juta (Rp4,6 triliun) dari seluruh dunia. Dari angka itu, 65 persen di antaranya berasal dari pemain dari Amerika Serikat.

Perusahaan analis pasar itu lantas membandingkan revenue Fortnite dengan tiga game action multiplayer populer iOS lain, termasuk Clash Royale, dalam 200 hari pertamanya. Hasilnya, seperti yang mungkin telah Anda duga, Fortnite bisa dengan mudah mengalahkan Clash Royale yang “hanya” mengantongi pemasukan US$228 juta (Rp3,5 triliun).

Baca juga:

Fortnite Versi Android Ternyata Punya Celah Keamanan

Dalam 200 Hari, Segini Pemasukan Fortnite dari Pengguna iOS
Perbandingan revenue game action multiplayer terpopuler di iOS dalam 200 hari perdana (source: Sensor Tower)

Akan tetapi, Sensor Tower (05/10/2018) mengklaim kalau Fortnite belum sehebat game luar biasa populer Niantic, Pokemon Go. Ya, game berbasis augmented reality itu bisa mendapatkan US$300 juta di iOS dalam waktu 113 hari saja, seminggu lebih cepat dari Fortnite.

Baca juga:

Ini Dia Dingdong Modern, Bisa Mainkan Game Lawas Sampai Fortnite!

Ditambahkan oleh Sensor Tower, rata-rata pemain Fortnite global di iOS menghabiskan US$1,5 juta (Rp22 miliaran) dalam sehari sejak diluncurkan. Lantas bagaimana dengan Android? Karena baru tersedia secara terbatas mulai 9 Agustus kemarin, diestimasikan revenue Fortnite di Android baru sebanyak US$60 juta (Rp914 miliaran).