Baca juga:
Facebook Akui Pecat Karyawannya Terkait Skandal Cambridge Analytica
Lebih lanjut Basil juga menjelaskan larangan tersebut membuat Facebook tidak dapat diakses di negara tersebut. Ini dilakukan untuk mengumpulkan dan mengidentifikasi pengguna yang bersembunyi dibalik akun palsu, pengguna yang menyebarkan hoax ataupun mereka yang gemar mengunggah gambar porno.Baca juga:
Vietnam Mulai Keras Awasi Facebook dan Google
Basil mengambil contoh skandal penyalahgunaan data yang menjerat Facebook beberapa waktu lalu. Menurutnya hal tersebut menunjukkan kerentanan data-data dari warga Papua Nugini untuk disalahgunakan lewat jejaring sosial. Bahkan Papua Nugini tengah mempertimbangkan menciptakan jejaring sosial khusus bagi warga negaranya. Sehingga mereka akan memiliki profil asli sesuai dengan identitas di dunia nyata.Baca juga:
Netizen Malah Lebih Aktif di Facebook Pasca Skandal Cambridge Analytica
Mengenai pemblokiran yang mereka lakukan, para ahli setempat mengatakan bahwa kebijakan tersebut tidak akan berpengaruh begitu besar pada warga di Papua Nugini.