Technologue.id, Jakarta – Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok menjadi bencana yang cukup besar bagi Huawei. Sebab, beberapa perusahaan di AS sempat melakukan pemblokiran sehingga tidak bisa lagi bertransaksi dengan Huawei. Namun kenyataannya, pada kuartal kedua 2019, pendapatan Huawei malah tetap meningkat.

Baca Juga:
Huawei: Hongmeng OS Bukan untuk Smartphone

Mengutip dari TheVerge (30/07/19), Huawei berhasil membukukan pendapatan 221,6 miliar yuan (atau setara dengan Rp451 triliun) sepanjang April hingga Juni 2019 kemarin. Dan angka tersebut meningkat sekitar 23 persen jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2019.

Dengan total pendapatan tersebut, Huawei memeroleh keuntungan bersih 401,3 miliar yuan (atau setara dengan Rp817 triliun) sepanjang pertengahan pertama tahun 2019 atau 6 bulan pertama di 2019.

Baca Juga:
Kemenaker Gandeng Huawei, Tingkatkan Daya Saing SDM Lokal

Pencapaian tersebut diperoleh Huawei berkat keberhasilannya dalam menjual smartphone sebanyak 188 juta unit pada pertengahan pertama tahun 2019. Jika dirata-ratakan, setiap kuartalnya, mereka berhasil menjual sekitar 59 juta unit smartphone. Dan angka tersebut meningkatkan pertumbuhan angka penjualan smartphone mereka sebanyak 24 persen dari tahun ke tahun.

“Pendapatan kami meningkat cepat hingga Mei 2019. Melihat pencapaian kami pada pertengahan pertama tahun 2019 ini, kami terus melihat pertumbuhan bahkan setelah kami masuk ke daftar entitas (perang dagang). Meski begitu, bukan berarti kami tidak memiliki kesulitan di depan. Mereka tetap dapat memengaruhi laju pertumbuhan kami dalam jangka pendek”, kata salah satu petinggi Huawei, Liang Hua dalam sebuah pernyataan resminya.