Kemenaker Gandeng Huawei, Tingkatkan Daya Saing SDM Lokal

Technologue.id, Jakarta – Huawei Indonesia dan Kementeriaan Republik Indonesia (Kemenaker) menyepakati program kerjasama pengembangan dan peningkatan kompetensi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK). Bentuk kolaborasi keduanya dalam bentuk pelatihan instalasi perangkat base transceiver station (BTS) dan microwave serta setifikasi bagi seribu pencari kerja.

Baca Juga:
Peduli Keselamatan Pekerja, Huawei Terima Apresiasi dari Kemenaker

Target peserta program pelatihan tersebut merupakan para pencari kerja lulusan dari tingkat SD, SMK hingga SI yang berada dibawah binaan balai kerja (BBLK) Kemenaker. Program kolaborasi yang menjadi bagian dari program smart generation (Smartgen) tersebut merupakan tindak lanjut atas MoU yang disepakati tahun lalu.

“Program Smartgen merupakan komitmen Huawei dalam mengembangkan SDM terampil Indonesia guna meningkatkan kompetensi dan daya saing dalam menghadapi ketatnya persaingan pasar tenaga kerja di Industri TIK,” kata Andy Ma Hui, CEO Huawei CNBG Indonesia, saat acara penandatangan kerjasama ini, di Jakarta, Kamis (17/7/19).

Andy menjelaskan, perusahaan teknologi yang perlahan berdamai dengan Amerika Serikat itu konsisten dalam melakukan pengembangan sumber daya manausia di sektor TIK sejak 2009 lalu. Dalam kurun hampir sepuluh tahun, sejumlah program Huawei dalam pengembangan kapasitas SDM Indonesia telah menyentuh sedikitnya 12.000 insinyur, 5.000 siswa dibidang TIK.

Huawei juga menggelar pelatihan bagi sedikitnya seribu tenaga profesional dari mitra industri setiap tahun.

Baca Juga:
Perusahaan AS Bakal Kembali Berdagang dengan Huawei

Sementara itu Bambang Satrio Lelono, Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI menyambut baik kesepakatan yang terjalin hari ini.

Bambang berharap model kemitraan itu balai kerja Kemenaker bisa menjadi wadah untuk proses penciptaan lapangan kerja yang lebih luas, khususnya di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

“Kemitraan dengan pelaku industri seperti Huawei merupakan solusi dalam menjembatani kompetensi para pencari kerja dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Latest News

Saingi TikTok, Snapchat Rilis Fitur Spotlight

Technologue.id, Jakarta - Snapchat meluncurkan fitur terbaru mereka bernama Spotlight untuk menyaingi ketenaran TikTok. Seperti pesaingnya itu, Spotlight bakal...

Ada Bug, Fleets Twitter Bisa Dilihat Meski Sudah Kadaluwarsa

Technologue.id, Jakarta - Fitur baru Twitter, Fleets dikabarkan mengalami bug. Mengakibatkan konten yang semestinya menghilang setelah 24 jam, kini bertahan lebih dari...

Pesta di Rumah Bos UBER Tanpa Masker!

Technologue.id, Jakarta - CEO Uber, Travis Kalanick, dilaporkan menggelar pesta dalam ruangan besar meski tengah pandemi. Pesta yang berlangsung di penthouse Kalanick...

Seorang Ibu Dikecam Lantaran Beri Makan Bayi dengan Nasi Daging

Technologue.id, Jakarta - Seorang ibu di Amerika Serikat dikecam netizen lantaran memberikan makanan yang tak wajar untuk putrinya. Mereka bahkan mengancam untuk...

Review Oppo Watch 41 mm (Wi-Fi): Tampil Menawan dengan Desain Stylish

Technologue.id, Jakarta - Oppo yang selama ini dikenal sebagai produsen smartphone yang fokus menyajikan fitur kamera, kini mulai melakukan berbagai diversifikasi produk....

Related Stories