Dicekal Twitter dan Facebook, Donald Trump Mau Bikin Medsos Sendiri

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, akan meluncurkan media sosial gagasan sendiri, setelah beberapa bulan lalu diblokir oleh sejumlah media sosial besar, seperti Twitter dan Facebook.

Hal ini seperti diungkapkan Jason Miller, salah satu penasihat senior Donald Trump kepada Fox News (21/3/2021). Miller mengatakan bahwa Trump akan kembali ke sosial media dengan gaya ‘bermain’ yang baru. Media sosial yang belum diungkap namanya itu bakal diluncurkan dalam kurun waktu dua sampai tiga bulan ke depan.

Baca Juga:
Trump Sebut Twitter dan Facebook Pemecah Belah Bangsa

Miller yang merupakan juru bicara tim kampenye Donald Trump dalam Pemilu AS 2020 lalu mengungkapkan, Trump memang mengasingkan diri di resor Mar-a-Lago di Florida sejak kehilangan akun Twitter-nya dan kekuasaan jabatannya. Namun Trump akan kembali ke ruang media sosial dengan platform baru miliknya, yang sepenuhnya akan mendefinisikan ulang permainan.

“Ini adalah sesuatu yang saya pikir akan menjadi tiket terpanas di media sosial. Itu akan sepenuhnya mendefinisikan ulang ‘permainan’. Dan semua orang akan menunggu dan mengawasi untuk mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan oleh Presiden Trump. Itu akan menjadi platformnya sendiri,” katanya.

Miller tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait rencana Donald Trump ini. Namun dia meyakini bahwa media sosial baru itu akan menjadi populer setelah diluncurkan.

“Saya tidak dapat memberi tahu jauh dari apa yang dapat saya bagikan, tetapi saya dapat mengatakan bahwa itu akan menjadi besar begitu dia mulai,” jawab Miller.

Baca Juga:
Tuduhan Trump Terhadap Xiaomi Tak Terbukti

Tidak sampai di situ, Miller juga mengatakan bahwa selama menghilang dari publik setelah kekalahannya, Donald Trump telah bertemu dengan beberapa pihak terkait penciptaan platform media sosial tersebut.

“Ada banyak pertemuan-pertemuan penting dan besar yang dia lakukan di Mar-a-Lago dengan beberapa tim orang yang datang, dan… bukan hanya satu perusahaan yang mendekati presiden, ada banyak perusahaan,” ungkapnya.

“Tapi saya pikir presiden tahu ke arah mana dia ingin menuju ke sini dan platform baru ini akan menjadi besar dan semua orang menginginkannya, dia akan membawa jutaan dan jutaan, puluhan juta orang ke platform baru ini,” lanjutnya.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories