Technologue.id, Jakarta – Seiring dengan ditemukan adanya indikasi dugaan monopoli pasca ambil alih Uber oleh Grab di Singapura, Komisi Persaingan Usaha Singapura (CCCS) langsung mengambil tindakan agar praktik semacam ini urung terjadi.

Ada dua poin penting yang menjadi keputusan CCCS terhadap aksi akuisisi aset Uber oleh Grab, yaitu menetapkan denda berupa uang dan mewajibkan Grab untuk melakukan remidi dalam rangka perbaikan.

Baca juga:

Hindari Monopoli, KPPU Fokus Monitoring Pasca Grab Akusisi Uber

Dalam keputusan remidi, terdapat 4 hal yang wajib dilakukan oleh Grab, yaitu:

- Advertisement -

Pertama, menghentikan perjanjian eksklusif antara Grab dengan pengemudi, pemilik kendaraan, dan perusahaan taxi yang membatasi masuknya pemain baru ke bisnis transportasi berbasis aplikasi online (ridehailing platform).

Selain itu, Grab juga diminta untuk mencabut lock-in period, biaya penghentian kepada semua pengemudi yang menggunakan aplikasi Grab dan juga menghilangkan biaya penghentian kepada semua driver yang menyewa kepada Grab. Penghentian eksklusifitas ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada pengemudi dan juga meningkatkan contestability dari pasar.

Baca juga:

Uber-Grab Kesandung di Singapura dan Filipina, Lancarkah di Indonesia?

Kedua, menghilangkan perjanjian eksklusif antara Grab dengan perusahaan taksi dan penyewaan kendaraan yang dilakukan secara privat untuk meningkatkan pilihan kepada pengemudi, pengendara dan menciptakan pasar yang bersifat kontestabel.

Ketiga, mewajibkan Grab untuk menjaga agar harga dan komisi kepada pengemudi tidak mengalami perubahan signifikan paska akuisisi aset Uber oleh Grab.

Langkah remidi ini lumrah dilakukan kepada perusahaan yang melakukan pengambilalihan atau merger yang dapat berdampak pada struktur pasar yang monopoli atau duopoli.

Baca juga:

Ini 3 Fitur Baru Grab Guna Minimalisir Orderan Fiktif

Keempat, menghindari terjadinya integrasi vertikal dalam bisnis transportasi berbasis aplikasi online dengan mewajibkan Grab menjual Lion City Rental Car kepada pesaing. Hal ini dapat memfasilitasi perusahaan baru yang akan masuk ke pasar transportasi berbasis aplikasi online di Singapura.