Technologue.id, Jakarta – Startup financial technology (fintech) Akseleran belum setahun beroperasi di industri peer-to-peer lending di Indonesia. Namun, startup ini sukses mengembangkan bisnis berkat pendanaan Pra Seri A sebesar US$1,8 juta (sekitar Rp26 miliar).

Investasi tersebut mereka terima dari beberapa investor, seperti induk usaha dari PT. Bintraco Dharma Tbk, sebuah perusahaan keluarga yang berbasis di New York, dan beberapa angel investor.

Baca juga:

AWS Ajak Startup Lokal Adopsi Platformnya, Adakah Untungnya?

Mikhail Tambunan, Chief Financial Officer Akseleran, menguraikan bahwa dana investasi tersebut digunakan untuk melakukan ekspansi, mulai dari membangun tim maupun operasional. Saat berdiri pada Oktober 2017, Akseleran baru memperkerjakan 6 orang saja, namun seiring perluasan strategi, kini telah merekrut lebih dari 50 pekerja.

- Advertisement -

“Dana investasi kita gunakan untuk beberapa hal antara lain menggenjot sisi marketing, meluncurkan apps, menampung jumlah karyawan, dan juga penetrasi di luar Jabodetabek. Kami ingin menyasar wilayah Jawa Barat dengan pusat di Bandung,” kata Mikhail, saat temu media, di kantor Akseleran, Jakarta, Senin (24/09/2018).

Baca juga:

Ambil Alih Promogo, Go-Jek Hadirkan Layanan Baru bagi Mitra dan Pelanggan

Selain daerah Jawa Barat, Mikhail menerangkan, juga akan melebarkan sayap bisnis ke daerah Jawa Tengah, seperti di Solo dan Semarang. Target ke depan, Akseleran mengincar tambahan US$10 juta lagi agar rencana ekspansi ini bisa terealisasi. Mayoritas peminjam (borrower) Akseleran berdomisili di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Balikpapan.

Hingga September 2018 ini, mereka telah memfasilitasi pinjaman sebesar Rp115 miliar. Mereka menargetkan untuk menaikkan nominal tersebut ke angka Rp200 miliar sebelum akhir tahun ini.

Baca juga:

Startup Freelancer.com Tembus 30 Juta Pengguna Secara Global

Saat ini rata-rata pinjaman di platform mereka bernilai Rp500 juta. Hingga sekarang Akseleran mengaku telah mempunyai 25.000 pemberi pinjaman (lender) retail, dan masih bisa mempertahankan tingkat kredit macet (NPL) mereka di angka nol.

“Kami sudah menyalurkan sekitar 250 pinjaman. Satu pinjaman antara Rp400 juta sampai Rp500 juta. Kredit macet sudah ada, pinjaman tidak melakukan pembayaran selama 90 hari dengan NPL 0,47 persen,” ujar Christopher Gultom, Chief Credit Officer Akseleran, dalam kesempatan acara yang sama.

Target akhir tahun, Akseleran berencana menyalurkan pinjaman hingga ke 500 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dari segmen mid-size.