Technologue.id, Jakarta – Penyebaran virus Corona berdampak pada proses belajar di sejumlah sekolah di Australia. Seperti seorang guru yang terpaksa harus mengajar via video call, karena guru tersebut harus menjalani masa inkubasi untuk mengecek dirinya terinfeksi virus atau tidak.

Dilansir dari Ubergizmo (07/02/2020) guru matematika di SMA bernama Victor Sun, memutuskan untuk tidak membiarkan virus Corona menghalangi dirinya untuk mengajar.

Baca Juga:
Robot ‘Little Peanut’ Antar Makanan ke Hotel Karantina Virus Corona

Sebagai gantinya, Sun mengunakan layanan video call untuk mengajar kelas matematika di sekolah tempat ia bekerja. Dia tak dapat hadir di kelas karena harus menjalani pemeriksaan.

Sun baru-baru ini pergi ke Shanghai untuk Tahun Baru Imlek sebelum pulang ke Darwin, Australia. Karena dia tidak datang dari provinsi Hubei China, Sun tidak diharuskan untuk pergi ke salah satu zona karantina Australia.

Namun demi keselamatan para siswa, sang guru memutuskan untuk melakukan karantina secara mandiri selama 14 hari.

Berbicara dengan ABC News Australia, ia mengatakan proses mengajar lewat video call yang dilakukannya berjalan dengan baik dan lancar. Dia menambahkan, bahwa meskipun berada di karantina, dia tidak ingin hal itu mempengaruhi pekerjaannya sebagai guru.

“Secara keseluruhan saya pikir ini berjalan baik sejauh ini, dengan perilaku mereka. Murid-murid saya masih berinteraksi dan terlibat dengan ruang kelas virtual,” ujar Victor Hun.

Baca Juga:
Tencent Diduga Bongkar Data Korban Virus Corona Sebenarnya

Perlu diketahui jika Virus yang dikenal sebagai 2019-nCoV ini pertama kali ditemukan di wilayah Wuhan, China. Virus Corona merupakan virus jenis baru, yang sebelumnya diidentifikasi tidak akan menyebar ke manusia.

Dilaporkan sebanyak 900 orang dilaporkan meninggal dunia, 31.480 orang telah terinfeksi Virus Corona dan virus ini telah menyebar di 26 negara.