Technologue.id, Jakarta – Untuk memberikan informasi mengenai jumlah korban virus Corona secara real-time, Tencent menampilkan laman khusus yang diberi judul ‘Epidemic Situation Tracker’. Namun, berbeda dengan pemerintah China, Tencent diduga menampilkan jumlah korban yang jauh lebih besar.

Dilansir dari Taiwan News pada Jumat (7/2/2020), pengguna Facebook dengan nama Hiroki Lo memposting keanehan angka yang ditampilkan Tencent pada 1 Februari 2020. Tencent menyatakan jumlah korban positif virus corona mencapai 154.023 atau 10 kali lebih besar dari angka resmi yang dikeluarkan pemerintah.

Selain itu, jumlah kasus diduga Corona juga berbeda 4 kali lipat lebih banyak yaitu mencapai 79.808. sementara itu, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh lebih rendah yaitu hanya 269 orang, padahal pemerintah mencatat sebanyak 300 orang dinyatakan sembuh.

Baca Juga:
Robot ‘Little Peanut’ Antar Makanan ke Hotel Karantina Virus Corona

Angka yang ditampilkan Tencent tersebut hampir sama dengan permodelan ilmiah yang dibuat Hong Kong University (HKU). Menurut HKU, pada tanggal 1 Februari 2020, jumlah pasien positif ada di angka 150.000.

Pengguna Facebook di Hong Kong lainnya juga menyatakan Tencent telah menampilkan angka yang berubah-ubah sebanyak 3 kali dan berubah sesuai angka pemerintah. ketika angkanya membesar, seluruh angka pada data hari sebelumnya ikut membesar.

Karena perbedaan angka tersebut, Tencent dituduh mempunyai dua data yaitu data ril dan data olahan oleh para pengguna Facebook. Pengguna lainnya melihat ini adalah sebuah kesalahan sistem sehingga menampilkan data internal. Sementara yang lainnya menilai ada orang dalam yang sengaja memunculkan angka ini.

Baca Juga:
Foxconn Tutup Pabrik di Tiongkok, Bagaimana Nasib iPhone?

Menanggapi hal tersebut, Tencent memberikan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa yang beredar di media sosial adalah gambar editan yang menampilkan informasi salah. Tencent menegaskan pihaknya tidak akan menyalahgunakan teknologi untuk menginformasikan data terkait virus Corona dan akan terus bersikap profesional.

Tencent juga menyayangkan beberapa sumber media sosial telah menyebarkan gambar editan dari situs ‘Epidemic Situation Tracker’ yang menampilkan informasi salah.