Technologue.id, Jakarta – Doku mengumumkan jalinan kerjasama pertama di tahun 2019. Sistem pembayaran online ini menggandeng Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri untuk mempercepat proses verifikasi akurat bagi calon merchant Doku maupun calon pengguna Doku e-Wallet.

Himelda Renuat, Chief Marketing Officer Doku mengatakan, sistem verifikasi ini akan memanfaatkan nomor induk kependudukan, data kependudukan dan e-KTP, sampai dengan data biometrik. Pemanfaatan data yang dimiliki Dukcapil ini akan efektif memangkas waktu dan meningkatkan akurasi pengecekan data yang dilakukan oleh tim pendeteksi kecurangan Doku.

Selama ini Doku menjalankan proses verifikasi berlapis untuk memastikan segala bentuk kecurangan dapat termitigasi dengan baik. Startup financial technology (fintech) ini menggabungkan kekuatan Artificial Intelligence (AI) dan kejelian tim pendeteksi kecurangan yang terampil menganalisa setiap kegiatan keuangan dari merchant dan pengguna e-Wallet.

“Integrasi Doku dengan Dukcapil semakin mempertajam kinerja sistem pendeteksi kecurangan kami yang terkoneksi dengan database fraud berusia 10 tahun dan berbasis machine learning,” ungkap Himelda, sesuai keterangan resminya.

- Advertisement -

Baca Juga:
Doku Rambah Transaksi Offline Berbekal Lisensi QR

Menurutnya, masyarakat Indonesia dengan keberagaman karakternya memiliki profil yang khas. Perekaman data ganda bukanlah hal yang aneh dan sering terjadi sebelum adanya sentralisasi data. Kini dengan adanya Dukcapil data menjadi semakin akurat dan sistematis. Hal inilah yang melatarbelakangi kerja sama Doku dengan Dukcapil.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh SH., MH., Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil mengungkapkan ÔÇťAkurasi data penduduk memegang peranan penting ketika proses verifikasi berlangsung. Menyadari hal ini, Dukcapil terus berupaya untuk melakukan setralisasi data penduduk Indonesia melalui program one data policy. Kerja sama antara Doku dan Dukcapil merupakan salah satu contoh sinergi data yang mumpuni untuk menciptakan sistem deteksi yang tajam dan cepat.”

Baca Juga:
Kantongi Izin QR, Doku Sajikan Pengalaman Nontunai di Kampus

Selama 12 tahun membangun usaha dan berkembang bersama dengan ekosistem Fintech di Indonesia, layanan Doku telah digunakan oleh lebih dari 80,000 pemilik usaha, mulai dari segmen korporat sampai dengan personal seller.

Portfolio layanan korporat juga semakin lengkap dengan diperolehnya ijin remittance yang memampukan layanan fintech ini untuk memberikan layanan transfer domestik dan internasional.

Tak ketinggalan Doku juga memiliki layanan dompet elektronik yang berfungsi ganda, yaitu sebagai alat pembayaran online/offline dan juga dapat menjadi moda awal untuk konsumen yang ingin memulai usaha mikronya.

Saat ini Doky e-Wallet telah digunakan oleh lebih dari 2.5 juta pengguna dan juga beberapa co-brand komunitas yang sebagian besar bermukim di area Jabodetabek.