Baca juga:
CEO Apple Segera Terima Gaji Rp1,76 Triliun!
Melansir Engadget.com (08/09/2018), Trump lewat cuitannya di Twitter menyarankan agar Apple memproduksi barang-barangnya di AS saja. Sebagai gantinya, ia akan memberikan "zero tax" dan insentif pajak. Sayang, masih belum jelas seperti apa "pajak nol" yang dimaksud oleh Trump itu. [embed]https://twitter.com/realDonaldTrump/status/1038453273286664193[/embed]Baca juga:
Apple-Qualcomm Resmi Pisah, iPhone Bisa Kena Dampaknya
Walau begitu, solusi ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Yang pertama, selain dibutuhkan waktu dan modal yang besar untuk membangun pabrik baru, Apple pun harus beradaptasi dengan upah pegawai, dari standar Tiongkok ke AS kelak kalau jadi. Sumber daya manusia yang banyak di China juga menjadi alasan tersendiri mengapa Apple memilih melakukan proses produksi di Negeri Tirai Bambu itu. Mitra Apple, Foxconn, misalnya, disebut bisa merekrut ribuan pekerja berkualifikasi dalam beberapa minggu saja. Hal ini yang membuat produksi di luar AS lebih menarik bagi Apple.Baca juga:
Prediksi Anda, akankah Apple membangun pabrik sendiri di tanah kelahirannya?