Technologue.id, Jakarta – Media sosial Facebook lagi-lagi tersandung masalah kemanan data pribadi pengguna. Menurut riset yang dilakukan Comparitech dan peneliti keamanan Bob Diachenko ditemukan 267 juta data pengguna Facebook bocor di Internet.

Dilansir dari Threatpost, data yang bocor tersebut berisikan nama, ID, dan nomor ponsel dan dinominasi oleh pengguna yang berasal dari Amerika Serikat. Kebocoran tersebut menurut Comparitech dan Bob Diachenko berpotensi disalahgunakan untuk menjadi target spam atau sasaran pencurian data.

Diungkapkan pula data yang bocor itu masuk indeks pada 4 Desember lalu dan diunggah di forum hackers pada 12 Desember. Setelah penemuan itu, Diachenko mengirim laporan penyalahgunaan ke penyedia jasa layanan internet yang mengelola alamat server IP.

Baca juga:

Sambut WT:Social, Pesaing Kuat Facebook

Menanggapi hal tersebut, Facebook mengungkapkan bahwa database tersebut sudah dihapus dan saat ini pihaknya tengah mendalami masalah tersebut. “Kami sedang melihat masalah ini, tetapi kami percaya kemungkinan informasi ini diperoleh sebelum kami melakukan sejumlah perubahan untuk melindungi informasi pengguna,” ujar pihak Facebook.

Sebelumnya pada 2018 lalu, Facebook juga sempat tersandung masalah skandal kebocoran data pengguna oleh konsultan politik di Inggris, Cambridge Analytica. Setidaknya, ada 87 juta data pengguna Facebook yang bocor.