Fitbit dan Garmin Hadapi Dugaan Pelanggaran Hak Paten

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Regulator federal AS tengah melakukan penyelidikan ke produsen wearable device, termasuk Fitbit dan Garmin, setelah Philips menuduh perusahaan-perusahaan tersebut melakukan pelanggaran paten, seperti yang sebelumnya dilaporkan Reuters.

Dalam sebuah pernyataan dikutip dari The Verge (10/1/2020), Komisi Perdagangan Internasional AS (USITC) mengkonfirmasi bahwa penyelidikan terhadap dua perusahaan wearable deivce yang paling populer itu dipicu oleh keluhan yang diajukan oleh perusahaan Philips bulan lalu.

Baca Juga:
Garmin Fenix 6 Tonjolkan Baterai Lebih Awet

USITC mengatakan perusahaan wearable device lain, termasuk dua yang berbasis di China, juga sedang diselidiki.

“USITC belum membuat keputusan tentang kasus ini,” pernyataan itu berbunyi. “USITC akan membuat keputusan akhir dalam investigasi secepat mungkin.”

Kasus ini disebut melanggar empat paten yang dimiliki oleh Philips, yang mencakup berbagai fungsi jam tangan pintar, termasuk pelacakan gerak dan pelaporan alarm di antara fungsi-fungsi lainnya.

“Kami percaya klaim ini tidak berdasar dan merupakan hasil dari kegagalan Philips untuk berhasil di pasar wearable device,” kata juru bicara Fitbit kepada The Verge. Garmin menolak berkomentar.

Baca Juga:
Google Umumkan Rencana Akuisisi Fitbit

Seorang juru bicara Philips mengatakan perusahaan telah berusaha untuk menegosiasikan perjanjian lisensi dengan Fitbit dan Garmin selama tiga tahun, tetapi proses diskusi berujung buntu.

“Philips mengharapkan pihak ketiga untuk menghormati kekayaan intelektual Philips dengan cara yang sama seperti Philips menghormati hak kekayaan intelektual pihak ketiga,” kata juru bicara itu.

Ketiga perusahaan bersaing di pasar wearable device untuk pemantau kesehatan, dan produk Fitbit dan Garmin jauh lebih sukses daripada Philips Health Watch.

Dalam keluhannya di bulan Desember, Philips yang berbasis di Belanda dan rekanannya di Amerika Utara meminta agar regulator menerapkan tarif atau larangan impor pada perusahaan mana pun yang melanggar hak paten atau kekayaan intelektual perusahaan.

- Advertisement -

Latest News

Snapdragon Wear 3100 dan 4100 Bisa Gunakan Wear OS Terbaru

Technologue.id, Jakarta - Ketika ada pembaharuan sistem operasi, kompatibilitas pada perangkat lama selalu menjadi pertanyaan klasik bagi para penggunanya. Termasuk dengan pembaharuan...

Intip Tampang Baru Windows 11

Technologue.id, Jakarta - Seminggu jelang rilis resminya, sistem operasi Windows baru buatan Microsoft muncul di internet. Sebuah build dari "Windows 11" terbongkar...

Mario Party Superstars Bakal Rilis di Nintendo Switch Bulan Oktober

Technologue.id, Jakarta - Mario Party Superstars resmi bakal rilis di Nintendo Switch, game ini bakal hadirkan beberapa peta dan mode klasik. Selain...

6 Fitur Baru Android yang Dipamerkan Google

Technologue.id, Jakarta - Google umumkan bakal ada enam fitur baru di sistem operasi Android 11 yang bisa dinikmati para pengguna mulai pertengahan tahun ini. Update...

Cara Beli Xiaomi Mi 11 Ultra yang Dijual Terbatas

Technologue.id, Jakarta - Xiaomi menjual varian tertinggi dari Mi 11 Series, yaitu Mi 11 Ultra, dalam jumlah terbatas di Indonesia. Smartphone yang...

Related Stories