Technologue.id, Jakarta – Platform e-commerce Bhinneka terus memperkuat posisi di industri e-commerce Indonesia.

Selama 25 tahun beroperasi, Bhinneka memiliki tiga unit bisnis yaitu Bhinneka.com (B2C), Bhinneka Bisnis (B2B dan B2G), dan Bhinneka Digital Printing Solutions.

Dari keseluruhan unit bisnis, Bhinneka mencatat pertumbuhan sebesar dua digit selama lima tahun terakhir.

“Dalam lima tahun terakhir, kami meraih double digit secara berturut-turut dan mengalami kenaikan sekitar 40 persen,” kata Hendrik Tio, CEO dan Founder Bhinneka, saat jumpa media di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (8/1/2019).

- Advertisement -

Di segmen korporasi, Bhinneka melayani kebutuhan pengadaan perusahaan melalui platform Bhinneka Bisnis, dan bekerja sama dengan LKPP untuk pengadaan pemerintah melalui e-katalog atau e-procurement.

Bhinneka Bisnis menawarkan solusi super app yang membantu sektor bisnis bertransformasi menuju smart office procurement, di mana klien dapat mencari, membandingkan, membeli kebutuhan perkantoran secara transparan dan sesuai bujet.

Kontribusi Business-to-Goverment (B2G) masih menjadi paling besar di Bhinneka. Diikuti segmen B2B dan B2C.

“B2G sendiri hampir setengahnya yaitu 50 persen, sisanya 30 persen untuk B2B dan 20 persen untuk B2C,” ujar Hendrik.

Sementara itu, B2C e-commerce terus menghadirkan pengalaman belanja yang nyaman dan terintegrasi, baik melalui online maupun offline, dengan katalog produk yang lengkap, yaitu produk 3Cs dan hobi.

Dikatakan Hendrik, Bhinneka menggunakan strategi omnichannel di segmen retail sehingga seluruh proses transaksi mulai dari pemilihan produk, pembelian, pembayaran, pengiriman, hingga layanan purna jual saling terkoneksi.

Hingga saat ini, Bhinneka mempunyai 8 toko, dan 33 kantor representatif di seluruh ibukota provinsi untuk asistensi dan konsultasi pelanggan seluruh Indonesia.