Technologue.id, Jakarta – Area Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, akan steril menjelang dan saat berlangsung Asian Games 2018. Imbasnya, Go-Food Festival di GBK akan ditutup selama perhelatan olahraga terbesar se-asia tersebut.

Alasan penutupan ini karena berdasarkan kesepakatan dengan Olympic Council of Asia (OCA), satu kilometer dari setiap venue pertandingan tidak boleh ada alat-alat marketing dari kompetitor sponsor, termasuk hingga di Masjid Albina, GBK.

Baca juga:

Go-Jek Kembali Selenggarakan Go-Points Go-Lucky Berhadiah Menggiurkan

Seperti diketahui, Go-Food Festival adalah inisiatif yang diselenggarakan Go-Jek, kompetitor Grab. Grab sendiri menjadi salah satu sponsor dalam perhelatan Asian Games 2018.

- Advertisement -

Hal ini menjadi ironi mengingat Go-Food Fest yang menjadi tempat berkumpul merchant kuliner lokal asli dari seluruh Indonesia harus rela tergusur karena kepentingan sponsorship. Apalagi, kontrak pengadaan event ini berlangsung cukup lama, yaitu hingga satu tahun ke depan. Go-Jek yang merupakan unicorn asli Tanah Air juga harus “mengalah” dengan startup kompetitor dari negara tetangga.

Baca juga:

Go-Jek Resmi Ekspansi ke Vietnam dan Thailand Pakai Nama “Samaran” Ini

Merespons kebijakan tersebut, pihak Go-Jek akan menaatinya. “Kita hormati peraturan pemerintah. Apalagi Go-Food Festival kan bukan hanya di GBK saja,” kata Nila Marita, Chief Corporate Affairs Go-Jek, saat mengumumkan Program Go-Jek Swadaya di Jakarta, Selasa (31/07/2018).

Nila menyebut, Go-Food Festival tidak hanya diadakan di GBK saja. Namun ada juga di Pasaraya, Kelapa Gading, dan Karawang.

“Kita selalu mengembangkan Go-Food di mana orang tidak hanya bertransaksi online tapi juga transaksi offline, bisa makan di situ. Bayarnya juga bisa pakai Go-Pay,” ujarnya.

Baca juga:

Gandeng Telkomsel, Go-Jek Hadirkan Paket Spesial untuk Mitra Pengemudinya

Konsep penutupan Go-Food Festival di GBK sejauh ini diperuntukkan bagi masyarakat umum. Sempat beredar informasi bahwa operasional merchant akan tetap berjalan, tetapi bukan di bawah label Go-Food. Menanggapi hal ini, Nila enggan berkomentar banyak.

“Tanya sama yang bikin peraturan, dong,” ujarnya.