Technologue.id, Jakarta – 2016 lalu, Google mulai menghadirkan fitur anyar untuk aplikasi Maps-nya, yaitu integrasi dengan layanan transportasi on-demand macam Uber, hingga Grab dan Go-Jek. Fitur ini tentu memudahkan masyarakat untuk memesan tumpangan sambil ia mempelajari peta atau lokasi di mana mereka berada dan ke mana mereka akan menuju. Bahkan, user bisa mengetahui ongkos perjalanan yang bakal mereka keluarkan secara real-time.

Baca juga:

Aplikasi Uber Akan Mampu Deteksi Apakah Anda Sedang Mabuk, Gunanya?

Namun, kebersamaan Google dan Uber ternyata hanya sampai di sini saja. Mengutip pernyataan resminya, Google menjelaskan, “Anda tak bisa lagi memesan tumpangan di Uber secara langsung di Google Maps. Akan tetapi, Anda tetap dapat melihat rute di aplikasi Maps lalu memesan tumpangan di aplikasi Uber sendiri.”

Sayangnya, Google kurang transparan. Mereka tak turut menyebutkan alasan dari penghilangan fitur ini. Walau begitu, ada rumor penghentian kerja sama ini karena Uber tidak menyimpan data sebelum dan sesudah pelanggannya memesan tumpangan di Maps seperti apa yang mereka lakukan di aplikasinya sendiri.

Baca juga:

Ini Dia Wujud Armada Taksi Terbang Buatan Uber

Hal ini bisa jadi membuat Uber makin sulit berkompetisi di industri ridesharing. Sebab, sebagai pionir platform transportasi online yang terintegrasi dengan Maps, kemudahan ini sedikit banyak pasti membantu para penggunanya, terlebih ketika Uber sudah menyerah di pasar Asia Tenggara tahun ini.

Baca juga:

Ini Detik-detik Mobil Otonom Uber Tabrak Wanita Hingga Tewas

Uber Maret lalu telah resmi meninggalkan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, pasca bisnisnya diakuisisi oleh si kompetitor, Grab. Kendati demikian, Uber masih beroperasi di beberapa wilayah, seperti kampung halamannya di Amerika Serikat.