Baca juga:
Grab Buka Lembaran Baru Bersama Transportasi Konvensional
Jason Thompson, Managing Director, GrabPay Southeast Asia, menyatakan, "Teknologi iKaaz telah melayani para pedagang dan mitra di berbagai tempat dan industri, mulai dari tempat parkir dan bandara, hingga toko ritel dan hotel. Fitur pembayaran offline yang mutakhir ini menawarkan fleksibilitas yang dibutuhkan untuk menyesuaikan dengan platform GrabPay kami ke setiap negara dan mitra di Asia Tenggara."Baca juga:
Uber Rancang Layanan Delivery Makanan Khusus
Grab sendiri saat ini telah menampung 3,5 juta lebih transaksi per harinya atau di atas satu miliar transaksi per tahun. Kehadiran iKaaz diproyeksikan bisa meningkatkan ekosistem cashless society yang dibangun Grab. "Kami berharap dapat memanfaatkan keahlian tim kepemimpinan iKaaz dan secara bersama-sama membangun GrabPay agar dapat menjadi platform pembayaran universal Asia Tenggara,” tambah Thompson pada redaksi (17/01/2018).Baca juga:
Pesan Taksi Atau Ojek Online dari Stasiun Kini Tak Lagi Susah!
Karena Grab sudah punya R&D di Bengaluru yang fokus ke pembayaran, maka iKaaz akan langsung bergabung dengan lebih dari 70 engineer di sana. R&D di Bengaluru sendiri merupakan satu dari enam R&D yang dimiliki startup pesaing Go-Jek dan Uber tersebut.