Technologue.id, Jakarta – Grab meluncurkan program Grab AI for S.E.A. untuk mencari bakat Data Scientist & Artificial Intelligence (AI) terbaik se-Asia Tenggara.

Grab AI for S.E.A. adalah tantangan online yang dimulai sejak tanggal 22 Mei 2019 untuk mencari dan merekrut bakat AI terbaik di Asia Tenggara.

Kompetisi ini bertujuan untuk mempromosikan penggunaan data dan AI yang dapat diandalkan untuk mengatasi beberapa permasalahan era modern di Asia Tenggara, seperti kemacetan lalu lintas dan keamanan.

“Kami percaya bahwa AI dapat menemukan cara terbaru untuk mengubah kehidupan jutaan orang di Asia Tenggara menjadi lebih baik. Kami ingin membuat perkumpulan talenta AI yang lebih dalam dan luas di Asia Tenggara,” ujar Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia, saat mengumumkan inisiasi baru ini, di Jakarta, Senin (27/5/2019).

- Advertisement -

Dijelaskan Neneng, ada tiga alasan mengapa perlu adanya kehadiran Grab di tengah masyarakat diantaranya membuat transport yang aman di Asia Tenggara, mengatasi masalah supply dan demand, dan meningkatkan hajat hidup stakeholder yang meliputi driver, merchant, dan konsumen.

Di Indonesia sendiri, penggunaan AI bisa diolah dan dimanfaatkan untuk beragam sektor. Permasalahan yang berbeda di tiap wilayah diakui bisa diselesaikan melalui implementasi AI.

“Masalah traffic jam yang ada di Jakarta, misalnya berbeda dengan di Makassar. Dengan AI, kita bisa tahu lokasi yang benar, mereka bisa tahu rutenya kemana, dan sebagainya. Seperti yang saya katakan, AI adalah bagian dari nafas kita. Tanpa itu, susah ya,” ucapnya.

Dalam audisi tahun ini, ada tiga tema tantangan yang diangkat antara lain Traffic Management, Computer Vision, dan Safety.

50 orang peserta terbaik akan ditawarkan kesempatan untuk bekerja secara full time di Grab, dan memperoleh hadiah uang tunai untuk lima orang terbaik. Pemenang utama akan mendapatkan hadiah sebesar US$ 10.000 atau sekitar Rp140 juta.