Grab Pecat Ratusan Karyawan

Technologue.id, Jakarta – Grab merumahkan sekitar 360 orang, atau sedikit di bawah 5% dari total karyawannya. Co-founder dan CEO Grab, Anthony Tan, membuat pengumuman dalam surat kepada karyawan Grab hari ini, 6 Juni 2020, sesuai dilansir dari TechCrunch.

Seorang juru bicara Grab mengatakan bahwa keputusan memecat ratusan karyawan ini merupakan PHK seluruh organisasi terakhir yang akan dilakukan perusahaan tahun ini. Selain itu, mereka tidak akan menutup kantor.

“Kami tidak menghadapi masalah kapitalisasi. Kami melakukan PHK untuk menjadi organisasi yang lebih ramping dan lebih efisien dan kami melakukan ini dengan melepaskan proyek-proyek non-inti, mengkonsolidasikan tim dan berputar untuk fokus pada pengiriman,” kata juru bicara itu. “Kami tetap fokus untuk mengadaptasi bisnis inti kami dalam transportasi, pengiriman, pembayaran, dan layanan keuangan untuk mengatasi tantangan dan peluang dari new normal.”

Baca Juga:
Lesu Ekonomi, Karyawan Grab Terancam PHK?

Grab akan memanggil karyawan yang terkena dampak pemecatan ini selama beberapa hari ke depan.

Grab merupakan platform ride-hailing terbesar di Asia Tenggara, dan seperti perusahaan teknologi berbasis online lainnya, termasuk Uber, Lyft, Oyo dan Airbnb, bisnis ride on-demand-nya telah melempem selama pandemi.

Grab juga mengoperasikan beberapa bisnis lain, termasuk pengiriman dan layanan keuangan digital, yang saat ini sedang merealokasi sumber daya karena permintaan untuk mereka telah meningkat selama pesanan pandemi dan work from home.

Dalam pengumumannya, Tan menulis, “Sejak Februari, kami telah melihat dampak nyata COVID-19 terhadap bisnis secara global, termasuk kami. Pada saat yang sama, menjadi jelas bahwa pandemi kemungkinan akan mengakibatkan resesi yang berkepanjangan dan kami harus mempersiapkan apa yang mungkin menjadi periode pemulihan yang panjang.”

Baca Juga:
New Normal, Grab Fasilitasi UMKM Kelola Bisnis Secara Digital

“Selama beberapa bulan terakhir, kami telah meninjau semua biaya, mengurangi pengeluaran diskresioner, dan melakukan pemotongan gaji untuk manajemen senior. Terlepas dari semua ini, kami menyadari bahwa kami masih harus menjadi lebih ramping sebagai organisasi untuk mengatasi tantangan ekonomi paska pandemi.”

Dia menambahkan bahwa Grab akan melepas beberapa “proyek non-inti,” mengkonsolidasikan fungsi dan mengurangi ukuran tim. Mereka juga merealokasi lebih banyak sumber daya ke vertikal pengiriman sesuai permintaan.

“Kami mampu menyelamatkan banyak pekerjaan melalui pemindahan SDM dan itu membantu membatasi ruang lingkup latihan pengurangan hingga di bawah 5 persen,” tulis Tan.

Karyawan yang diberhentikan akan menerima sejumlah biaya termasuk pesangon, pertanggungan asuransi kesehatan sampai akhir tahun, pencairan cuti tahunan yang tidak digunakan, dan kredit GrabFlex.

Latest News

Another Eden X Persona 5 Royal, Kolaborasi Bagian Kedua Bakal Hadir Bulan November

Technologue.id, Jakarta - Pada bulan Desember tahun lalu, RPG mobile populer, Another Eden, bikin event gabungan dengan Atlus 'Persona 5. Hari Minggu (25/10)...

Vivo Ubah Nama Funtouch OS Menjadi Origin OS

Technologue.id, Jakarta - Vivo memiliki proyek in-house software baru yang disebut Origin OS. Origin OS ini akan menggantikan 'skin' dari sistem operasi...

Bisnis Hotel OYO Kunjung Membaik

Technologue.id, Jakarta - Jaringan hotel murah OYO terus memperkuat pondasi dan ekosistem bisnisnya di Indonesia, meski di tengah pandemi COVID-19.

Empat Karakter Terbaik di Game Genshin Impact

Technologue.id, Jakarta - Genshin Impact adalah game ARPG open world yang dibuat dan diterbitkan oleh miHoYo tanggal 28 September 2020. Game ini...

Sekarang Bisa Cari Lagu dengan Bersenandung di Google

Technologue.id, Jakarta - Fitur bernama "Hum to search" baru saja diluncurkan Google. Fitur ini memungkinkan pengguna mencari lagu dengan cara yang unik,...

Related Stories