Technologue.id, Jakarta – Akhir September lalu, Facebook kebobolan. Sebanyak 50 juta atau lebih akun penggunanya diretas pihak tak bertanggung jawab. Walaupun saat itu Facebook mengklaim telah mengambil langkah pencegahan terhadap 40 juta user lain dan menonaktifkan fitur “View As” yang dijadikan celah untuk masuknya peretas, pekerjaan mereka tampaknya belum usai.

Baca juga:

Facebook Kena Hack, 50 Juta Akun Pengguna Dijebol

Pasalnya, ada kabar burung bahwa si hacker telah masuk ke aplikasi dan layanan online lain memanfaatkan jutaan akun Facebook yang telah dicurinya itu. Beberapa layanan pihak ketiga yang kabarnya bisa dibobol menggunakan layanan login dari Facebook ini antara lain: Tinder, Spotify, dan Airbnb.

Baca juga:

Facebook Akui Manfaatkan Nomor Ponsel Pengguna untuk Iklan

Namun, Guy Rosen segera membantah isu ini. Petinggi Facebook itu menjelaskan lewat pernyataan resmi bahwa tidak ditemukan adanya penggunaan “access token” Facebook ke platform third-party seperti rumor yang beredar.

“Kami menganalisis log kami untuk semua aplikasi pihak ketiga yang dipasang atau masuk selama serangan yang kami temukan minggu lalu. Investigasi itu sejauh ini tidak menemukan bukti bahwa penyerang mengakses aplikasi apa pun menggunakan login Facebook,” jelas pria menjabat sebagai VP of Product Management Facebook itu (02/10/2018).

Baca juga:

Selain Instagram, Ini 6 Akuisisi Vital Facebook

Rosen mewakili Facebook juga menyatakan permintaan maafnya karena memberikan celah keamanan di platformnya. Sayangnya, media sosial dengan pengguna lebih dari 2 miliar sedunia itu belum turut menginformasikan siapa di balik serangan siber ini, berikut motif dan jenis data apa yang diambil.