Technologue.id, Jakarta – Facebook belakangan kian diragukan dalam hal melindungi data pribadi pengguna, terlebih setelah skandal dengan Cambridge Analytica. Anggapan itu tidak sepenuhnya salah, pasalnya jejaring sosial terbesar di dunia itu telah mengkonfirmasi bahwa memanfaatkan nomor ponsel pengguna demi kepentingan iklan.

Menurut laporan Gizmodo.com (26/09/2018), Facebook mengakui bahwa menggunakan nomor telepon yang diberikan pengguna tidak hanya untuk tujuan keamanan autentikasi dua faktor (2FA), namun juga untuk iklan.

Baca juga:

Era Big Data, RUU Perlindungan Data Pribadi Belum Kunjung Disahkan

Seperti yang diketahui, metode 2FA kerap diandalkan melindungi akun pengguna tetap aman, dengan menambahkan autentikasi lapis kedua menggunakan nomor ponsel. Nantinya, akan ada kode yang dikirim melalui pesan teks.

- Advertisement -

Facebook berkilah senantiasa memberikan user experience yang lebih baik, meski di lain pihak membantu pengiklan dalam menarget audience.

“Kami menggunakan informasi yang diberikan orang-orang untuk menawarkan pengalaman yang lebih baik dan lebih dipersonalisasi di Facebook, termasuk iklan,” kata juru bicara Facebook.

Baca juga:

Mark Zuckerberg Disalahkan atas Hengkangnya Bos Instagram

“Kami jelas mengenali bagaimana kami menggunakan informasi yang kami kumpulkan, termasuk informasi kontak yang orang-orang unggah atau tambahkan ke akun mereka sendiri,” imbuhnya.

Pengakuan Facebook ini mengemuka seiring penelitian yang dilakukan oleh dua universitas Amerika Serikat, yang menemukan bahwa nomor telepon diberikan kepada Facebook untuk alasan keamanan, ternyata digunakan juga untuk kepentingan lain.

Baca juga:

Facebook Resmikan Fitur Dating, Harapkan Bebas dari Gambar Tak Senonoh

Dari hasil riset ini, peneliti menggali fakta bahwa nomor telepon yang diunggah sebagai bagian dari sinkronisasi kontak, justru tidak pernah dimiliki oleh pengguna dan tidak pernah terdaftar di akun mereka.

Hal ini menguatkan isu bahwa Facebook menggunakan sumber data bayangan yang tidak diberikan ke jejaring sosial untuk tujuan berbagi guna menghasilkan uang untuk iklan.