Baca Juga: Desain Baru, Headset VR Acer OJO 500 Bisa Dibongkar Pasang
Pro Eye memiliki "render foveated" yang konon akan menawarkan kualitas visual yang lebih baik di dalam headset. Tampilan konten akan mengikuti ke mana pun pengguna melihat. Jadi di mana pun mata melihat, Anda akan selalu mendapatkan gambar yang tajam. Sekarang Anda bisa menyesuaikan pandangan tanpa perlu terlalu sering menggerakkan kepala. Perangkat akan melacak apa yang Anda lihat menggunakan titik data tersebut untuk analitik.Baca Juga: Konsumen Sudah Tak Bernafsu Beli VR Headset
Sementara itu, Vive Cosmos pelacakan inside-out dari empat kamera dan layar flip-up, yang sama sekali tidak memerlukan pelacakan eksternal. HTC menciptakan Vivo Cosmos sebagai headset yang dapat bekerja dengan lebih dari sekadar PC gaming kelas atas. Pengontrol gerak telah di-redesain sehingga tampak menyerupai Oculus Touch, lengkap dengan tracking ring dan joystick. Vive Cosmos beroperasi menggunakan versi terbaru dari platform Vive Reality System, yang menjanjikan perpindahan konten VR lebih mulus dari sebelumnya. Vive Pro Eye dan Vive Cosmos baru sebatas peragaan di CES 2019. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan pasar dan harganya.