Technologue.id, Labuan Bajo – Teknologi komunikasi generasi kelima alias 5G tengah disiapkan untuk digunakan secara luas. Huawei memprediksi penerapan 5G secara luas akan mendorong harga ponsel yang telah mendukung teknologi komunikasi tersebut jadi lebih terjangkau.

Hal tersebut diungkap Mohamad Rosidi, Senior Expert ICT Strategy & Business Huawei Indonesia dalam acara Huawei Media Camp 2019. Pihaknya memperkirakan dalam tiga tahun ke depan harga ponsel berteknologi 5G akan ada yang berada di kisaran harga USD 300 atau sekitar Rp 4,2 juta.

“Harganya bukan menjadi murah, tapi akan akan lebih terjangkau karena secara industri sudah lebih luas penggunaannya, sementara ini kan masih terbatas di negara-negara tertentu saja,” kata Rosidi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Lebih lanjut, Rosidi menjelaskan saat ini perangkat berteknologi 5G masih dibanderol harga yang tinggi karena terhitung sebagai teknologi baru dan jarang. Seiring berjalannya waktu adopsi teknologi 5G diharapkan akan mengalami peningkatan.

Harga jual yang kian terjangkau ini akan mendorong angka penjualan smartphone 5G. Terlebih lagi jika teknologi jaringan baru tersebut sudah tersedia di lebih banyak negara. “Dengan harga lebih terjangkau, banyak orang yang akan membeli. Konsumennya menjadi lebih banyak,” imbuh Rosidi.

Huawei meyakini penetrasi jaringan 5G nantinya akan berbeda dengan generasi sebelumnya. Rosidi menyebutkan perangkat 5G tersedia bersamaan dengan ekosistem yang membuatnya akan memiliki angka pertumbuhan lebih cepat dibanding generasi lalu.

“Penetrasi 5G seharusnya lebih cepat dibandingkan dengan generasi sebelumnya karena ekosistem dan perangkat muncul bersamaan. Berbeda ketika jaringan 3G dan 4G yang ketika digelar ponsel pendukungnya datang beberapa tahun kemudian,” paparnya.

Saat ini perangkat pendukung teknologi 5G telah tersedia di pasaran, hanya saja masih terbatas di kelas premium. Huawei menjual Mate 30 versi 5G seharga USD 1.199 sedangkan Samsung Galaxy Note 10 5G mulai dari USD 1.299.