Technologue.id, Jakarta – Asosiasi E-commerce Indonesia, atau biasa disingkat IdEA, akan menggelar idEA Works, sebuah acara edukasi berupa workshop dan diskusi antar pelaku industri e-commerce yang bertujuan meningkatkan kualitas talenta di industri ekonomi digital Indonesia. Program ini terdiri dalam dua bagian, yaitu idEA Works Edu dan idEA Works Pro.

idEA Works Edu menyasar kalangan pelajar Sekolah Menegah Atas (SMA), para orang tua, hingga para guru. Nanti, iDEA akan mengundang sekolah-sekolah di Jakarta untuk memberikan pembekalan informasi mengenai pekerjaan di sektor bisnis digital. Sehingga nantinya mereka bisa memilih jurusan di perguruan tinggi sesuai minat dan bakat.

“Dari riset internal kami, sebanyak 87 persen lulusan SMA saat ini memilih jurusan bukan jurusan ideal. Mereka memilih kuliah yang gampang cari kerja. Padahal asumsinya, semakin mudah mencari pekerjaan maka penghasilannya tidak bisa diharapkan,” ujar Ignatius Untung, Ketua Umum idEA, ketika mengumumkan idEA Works, di Jakarta, Kamis (08/11/2018).

Baca juga:

Belajar Kasus Tokopedia, IdEA Siap Kaji Penjualan Flash Sale

- Advertisement -

Untuk itu, idEA Works Edu diselenggarakan tanggal 15-16 Februari 2019 di The Kasablanka. Dalam acara ini, akan ada expo informasi sekolah dan karir.

Program selanjutnya, idEA Works Pro mengincar para mahasiswa, fresh graduates, first jobber, dan professional yang sudah bekerja, terutama bersinggungan dengan bidang teknologi informasi. Acara yang akan diadakan tanggal 22-23 Februari 2019 ini juga diikuti oleh perusahaan yang membutuhkan talenta dengan sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

Untung melanjutkan, kontribusi SDM memang menjadi satu hal utama selain perkembangan teknologi itu sendiri. “Bisnis berkembang, produk berubah, maka idealnya adalah talentanya juga harus berkembang,” imbuhnya.

Baca juga:

Bukalapak Berdayakan UKM di Jawa Timur dengan Digital

Berdasarkan data yang dirilis oleh The PPRO Payments & e-Commerce Report, Indonesia tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan e-commerce tertinggi di dunia, dengan angka fantastis sebesar 78 persen. Meskipun dari data penetrasi internet sebesar 40 persen, pembelian online baru berkontribusi sebesar 2,4 persen dari total penjualan retail.

Fakta ini menunjukkan bahwa e-commerce di Indonesia berpotensi tumbuh lebih besar lagi. Pertumbuhan industri digital ekonomi ini tentunya berbanding lurus dengan kebutuhan kualitas SDM yang mumpuni dan siap bersaing dengan SDM impor.

“Kesenjangan di dunia kerja terjadi bukan karena kekurangan lapangan pekerjaan tapi tidak ada talent yang bisa mengisi, misalnya di bidang teknologi itu membutuhkan developer, AI engineer, dan masih banyak lagi,” tutur Untung.

Baca juga:

IdEA Dorong Percepat Kalkulasi Transaksi Jual-Beli Lewat Medsos

Ia menambahkan, “Pengetahuan dan wawasan akan terbukanya karir di dunia ekonomi digital Indonesia menjadi faktor penting yang akan memperkecil kesenjangan yang terjadi.”

idEA Works pertama kali ini mengambil lokasi di Jakarta terlebih dulu. Namun Untung menjanjikan, juga akan hadir di tahun yang sama di daerah-daerah lain seperti Yogyakarta, Bandung, Surabaya, dan Makasar. Selanjutnya, idEA Works bakal menjadi agenda tahunan dari wadah komunikasi antar pelaku industri e-commerce Indonesia tersebut.