Baca Juga: Terlibat Pelecehan Seksual, Bos Alphabet Mengundurkan Diri
Ariel mengaku ketertarikannya dengan gim sudah ada sejak lama, bahkan sejak konsol Sega masih berjaya. Ia mengatakan, "Mulai (dari) Atari, Nintendo, Sega, segala macam. Game online sendiri gue main dari gue SMA, tahun 99 mungkin, game online waktu itu Ragnarok. Jadi memang dari dirinya sendiri tertarik sama game." Dalam merekrut pemain, Ariel mengatakan akan menggabungkan para Pro Player dengan bibit unggul ke dalam The Pillars, menurutnya dengan cara tersebut Pro Player akan menularkan mental juaranya kepada yang lain. "Mental juara itu agak susah ditumbuhkan. Jadi memang harus ada satu sosok yang punya mental itu untuk nularin yang baru-baru ini," ujarnya. Dengan semua persiapan yang matang, Ariel optimis debutnya di Esport akan berujung manis. Ia mengatakan untuk menjadi profesional itu butuh satu ketekunan, "Bukan cuma gamers doang, penyanyi yang pro juga ada bosennya juga. Itu yang mesti diakalin, gimana caranya kita punya satu tim yang lengkap."Baca Juga: Seperti Apa Teknologi Layar Terbaru Keluaran OnePlus?
Ariel menargetkan diawal debutnya, The Pillars bukan hanya sekedar satu tim saja tetapi juga sebagai komunitas. "Kita ingin banyak orang yang masuk The Pillars karena kecintaannya. Dan mudah mudahan kita bisa ikutan semua kompetisi." The Pillars sendiri akan menjalani debutnya pertama kali di turnamen Free Fire Master League (FFML) Season 1 yang akan berlangsung pada 14 Januari - 14 Februari 2020.