Baca juga :
XL Axiata Mimpi ‘Jadi Lebih Baik’ di 2018
Arri memaparkan peningkatan investasi infrastruktur digital secara berkelanjutan merupakan aspek penting untuk memaksimalkan perkembangan industri secara sehat terlebih di sisi broadband dan adopsi teknologi cloud. Laporan berjudul Digital Spillover 2017 dari Huawei dan Oxford Economics menyebutkan pada tahun 2025 pemakaian internet untuk aktivitas bisnis diperkirakan tumbuh pesat di berbagai sekor industri. Di saat yang sama, ekonomi digital akan tumbuh dan berkontribusi sampai 24,3 persen terhadap PDB dunia.Baca juga :
2018, Smartfren Terus Optimalisasi Jaringan 4G LTE
Seiring berjalannya waktu, teknologi digital berevolusi dan mengambil tempat yang kian penting di sisi kehidupan manusia. Teknologi digital yang awalnya hanya digunakan sebagai pendukung kemudian berkembang dan mendapat peran strategis dalam proses pengambilan keputusan penting. Indonesia sendiri, menurut Arri, sedang berada di fase awal transformasi digital yang terlihat dari rendahnya tingkat adopsi cloud dalam ekosistem digital. Angka penetrasi 4G dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengakses internet baik secara fixed dan mobile broadband disarankan pemerintah bisa mengoptimalkan tujuan Rencana Pita Lebar (RPI).Baca juga :
Tips Tetap Terhubung Pakai XL di Amerika Serikat
"Optimalisai RPI termasuk pengembangan dan peningakatan infrastruktu pita lebar di wilayah pedesaan, jaringan e-government serta pusat data pemerintah. Tapi supaya hasilnya optimal, transformasi digital sebaiknya didukung oleh semua pihak baik dari pemerintah, swasta maupun masyarakat. Kolaborasi " imbuh Arri dalam diskusi yang diikuti Technologue.id. Lebih lanjut, Arri mengaku pihak Huawei telah mengambil peran sebagai pihak swasta dalam ekonomi digital Indonesia. Ia juga mengklaim perusahaannya telah melakukan kerjasama dengan pihak-pihak lain yang mendukung transformasi dan pembangunan ekosistem digital di Indonesia maupun dunia.