Technologue.id, Makassar – Teknologi 2G sudah terbilang teknologi lawas yang berusia lebih dari satu dekade dan sudah digeser teknologi 3G dan 4G. Lantas, apakah Indosat Ooredoo akan mematikan teknologi lawas tersebut?

Indosat Ooredoo menyatakan 20% atau sekitar 10 jutaan dari 58 jutaan total pelanggannya masih menggunakan layanan 2G. Hal tersebut membuat perusahaan masih perlu melakukan banyak perhitungan sebelum mengambil keputusan mematikan layanan 2G di jaringannya.

Baca juga:

Jajal Kecepatan Jaringan di Kota Mudik, Indosat Ooredoo Tembus 100 Mbps

- Advertisement -

“Kami selalu melihat kebutuhan pelanggan. Di Indonesia masih banyak pelanggan yang pakai handset jadul,” jelas Kustanto, Group Head Network Strategy, Architecture, and Solution Indosat Ooredoo di Makassar.

Meskipun begitu, Kustanto menyatakan bahwa jumlah pelanggan yang menggunakan jaringan 2G terus menurun. Lebih lanjut, Kustanto menjelaskan seiring berjalannya waktu jaringan 2G bisa dimatikan namun perusahaannya akan melihat lagi kebutuhan pelanggan.

“Selama permintaan 2G masih ada, kami akan terus bangun dan tetap sediakan. Tapi kan masing-masing area di Indonesia memiliki tren yang berbeda-beda, sebagian daerah masih banyak menggunakan 2G dan ada yang sudah beralih ke teknologi yang lebih baru,” lanjut Kustanto.

Baca juga:

Indosat Ooredoo Prediksi Trafik Data Lebaran Capai 9,3TB

Walaupun demikian, tambahnya, Indosat Ooredoo tidak merasa khawatir akan perbedaan tersebut. Pasalnya, perusahaan itu telah menggunakan perangkat base transceiver station (BTS) yang telah menerapkan teknologi bernama single run.

“BTS sekarang sudah pakai teknologi single run. Jadi satu peralatan bisa digunakan untuk berbagai macam jaringan dan generasi teknologi telekomunikasi sesuai kebutuhan,” tandas Kustanto.