Inggris Terancam Padam Sinyal Jika Berlaku Larangan Huawei 5G

Technologue.id, Jakarta – Operator seluler British Telecommunications (BT) dan Vodafone memprediksi kemungkinan masyarakat Inggris akan menghadapi pemadaman sinyal ponsel setelah provider telko itu melepas peralatan Huawei dari jaringan 5G dalam kurun tiga tahun mendatang.

Eksekutif dari masing-masing penyedia jaringan mengatakan kepada anggota parlemen bahwa mereka meminta kelonggaran waktu setidaknya lima sampai tujuh tahun, jika pemerintah Inggris melarang penggunaan peralatan Huawei di negara tersebut.

Baca Juga:
Huawei Sebut Tekanan AS Tidak Berdampak Bagi Perusahaan

“(Pelanggan) akan kehilangan sinyal mereka, mungkin selama beberapa hari, tergantung pada seberapa besar atau seberapa mengganggu pekerjaan yang harus dilakukan,” kata Andrea Dona, Kepala Jaringan Vodafone UK, dikutip dari BBC (9/7/2020).

“Saya akan mengatakan waktu transisi lima tahun akan menjadi minimum,” imbuhnya.

Howard Watson, Kepala Petugas Teknologi dan Informasi BT, menambahkan: “Minimal lima tahun, idealnya tujuh tahun.”

Pemerintah diperkirakan akan mengumumkan pembatasan baru pada penggunaan kit perusahaan asal Cina itu dalam dua minggu ke depan. Namun pihak Huawei meminta pertimbangan lebih banyak waktu.

“Tidak ada jembatan yang terbakar,” kata Jeremy Thompson, Wakil Presiden Huawei Inggris, menambahkan bahwa terlalu dini untuk menentukan dampak apa yang akan dikenakan sanksi AS.

Perusahaan juga membantah klaim bahwa mereka akan bertindak melawan kepentingan kliennya, bahkan jika disuruh oleh pemerintah China.

Baca Juga:
Huawei Bantah Isu Didepak Inggris dalam Pengembangan Jaringan 5G

Sidang Komite Sains dan Teknologi merupakan kesempatan terakhir bagi Huawei untuk mengajukan kasus mereka sebelum pemerintah mengambil keputusan.

Pada bulan Januari, pemerintah Inggris membatasi pangsa pasar 5G Huawei, setelah mempertimbangkan peningkatan risiko keamanan. Hal ini terjadi sejak Washington mengumumkan sanksi baru yang dirancang untuk mencegah Huawei memproduksi chip sendiri.

Sebagai konsekuensinya, Huawei dihadapkan pada sumber chip perusahaan lain untuk digunakan dalam peralatannya. Sehingga tidak dapat lagi menjamin keamanan produk Huawei.

Recent Articles

Galaxy Note20 Series, Perangkat Tepat Tuangkan Passion-mu

Technologue.id, Jakarta - Kemampuan Samsung Galaxy Note20 Series dalam mengakomodir berbagai kebutuhan pengguna tidak perlu diragukan lagi. Spesifikasi mumpuni serta beragam fitur...

Tren WFH Dorong Penjualan Monitor Gaming AOC

Technologue.id, Jakarta - Kondisi pandemi akibat penyebaran virus COVID-19 saat ini bukan hambatan bagi penjualan monitor gaming. Brand AOC mengungkap penjualan monitor...

Cek Deh, Ini 7 Alasan Kenapa Harus Upgrade Galaxy Note10+ ke Galaxy Note20 Ultra

Technologue.id, Jakarta - Kehadiran duo Samsung Galaxy Note20 Series menjadi smartphone flagship paling ditunggu. Pasalnya baik Galaxy Note20 maupun Galaxy Note20 Ultra...

Rayakan Satu Semester, Arknights Helat Event Ancient Forge

Technologue.id, Jakarta - Game menara pertahanan Yostar Limited yang makin populer, Arknights, kini telah mencapai usia satu semester. Suatu momen yang sering dirayakan...

Realme C12 Meluncur di Indonesia, Bawa Baterai Gendut 6.000 mAh

Technologue.id, Jakarta - Realme resmi memboyong ponsel terbarunya, realme C12 ke Indonesia pada Jumat (14/8/2020). Meluncur lewat acara Realme Fan Fest, perangkat...

Related Stories