Technologue.id, Jakarta – Selama bertahun-tahun, Intel dipercaya oleh Apple untuk menyediakan prosesor pada setiap perangkat PC baik lini MacBook maupun iMac. Namun ke depannya mereka sudah bertekad untuk bercerai dengan salah satu produsen semikonduktor terbesar itu. Lalu apa alasannya?

Mengutip dari TheVerge.com (03/04/2018), salah satu alasan terbesar Apple tak lagi mau menggunakan prosesor buatan Intel adalah belum adanya perkembangan berarti dari tahun ke tahun. Ini membuat Apple tidak bisa lagi meningkatkan kinerja hardware pada laptop maupun desktop PC buatannya mengingat prosesor adalah komponen yang paling vital.

Baca juga:

2019, Apple Bakal Rombak Desain Mac Pro

- Advertisement -

Hal lain yang lebih mengenaskannya lagi, kinerja chipset Apple yang tertanam pada iPhone saat ini dinilai sudah bisa setara bahkan lebih cepat dari berbagai laptop yang menggunakan prosesor Intel Core series, meski mungkin tidak semua tipe prosesornya.

Baca juga:

Ini Calon Fitur Baru iPhone yang Sudah Dimiliki Samsung 5 Tahun Lalu

Prosesor buatan Intel dinilai mulai stagnan setelah kehadiran keluarga Skylake pada tahun 2015 silam. Pasalnya, setahun setelahnya, yakni 2016 mereka masih juga menggunakan teknologi fabrikasi yang sama, yaitu 14 nm pada Kaby Lake. Padahal, jika mengikuti fase Tick-Tock yang selama ini diterapkan, harusnya Kaby Lake sudah berada pada fabrikasi 10 nm.

Baca juga:

Apple Siapkan Desain Keyboard Laptop Revolusioner

Tak cuma sampai situ, tahun 2017 kemarin pun Intel masih menggunakan teknologi 14 nm pada Coffee Lake atau yang biasa disebut dengan keluarga prosesor Intel Core generasi kedelapan. Sementara untuk 2018 ini, mereka belum bisa merilis prosesor terbarunya yang kabarnya akan dinamai Cannon Lake.