Baca juga:
Layarnya Bisa Ditekuk Jadi Dua, Begini Kerennya ZTE Axon M
Dilansir dari Ubergizmo.com (25/04/2018), dalam pernyataannya ZTE menyebutkan, pada dasarnya mereka menentang larangan tersebut dan mengklaim bahwa mereka telah melakukan semua yang mereka bisa untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. “ZTE tidak akan menyerah untuk menyelesaikan masalah melalui komunikasi dan kami juga bertekad, jika perlu, untuk mengambil langkah-langkah hukum untuk melindungi hak-hak hukum dan kepentingan perusahaan kami, karyawan kami, dan pemegang saham kami, dan untuk memenuhi semua kewajiban dan tanggung jawab kepada pelanggan global kami, pengguna, mitra dan pemasok,” tutur ZTE.Baca juga:
ZTE Siapkan Smartphone Lipat Baru, Akankah Ada Kejutan?
Imbas dari larangan ini bagi ZTE adalah mereka bisa saja kehilangan lisensi penggunaan sistem operasi Android atau tak akan lagi bisa menggunakan chipset Snapdragon buatan Qualcomm.Baca juga:
Tempo Go, Ponsel Android Go Perdana ZTE Meluncur di MWC 2018
Larangan yang dijatuhkan Departemen Perdagangan Amerika Serikat pada ZTE, merupakan imbas dari pihak ZTE yang dituduh menjual teknologi dari AS ke Iran dan Korea Utara. Ditambah lagi, pihak ZTE disebut-sebut telah berbohong perihal sanksi yang diberikan pada petinggi yang terlibat dengan aktivitas tersebut.