Technologue.id, Jakarta – Kembali digelar, program akselerator batch kedua GK – Plug and Play melahirkan 13 startup dari berbagai kategori. Mulai dari fintech, IoT, agrikultur, entertainment dan lainnya mewarnai program akselerator batch kedua ini. Ketigabelas startup tersebut adalah Blynk, Cheers, Dana Bijak, Datanest, Duit Hape, Eresto, Gandeng Tangan, Gringgo, Indogold, Manpro, Periksa ID, Trukita dan Weston. Berikut ulasan singkatnya.

  1. Blynk

Blynk merupakan platform yang membantu memudahkan UKM, korporasi dan instansi pemerintah dalam membuat aplikasi. Melalui fitur drag and drop dan tidak terlalu banyak bahasa pemrograman, membuat aplikasi kian mudah.

  1. Cheers Global Wallets
Cheers Global Wallets (Donnie Pratama Putra/Technologue.id)

Sesuai namanya Cheers Global Wallets memberikan kemudahan bagi developer untuk mengintegrasikan  e-wallet di dalam aplikasi. Kemudian aplikasi tersebut dapat menghubungkan penggunanya dari segi finansial.

Baca juga:

- Advertisement -

Grab Buka Lembaran Baru Bersama Transportasi Konvensional

  1. Dana Bijak
Dana Bijak (Technologue.id/Donnie Pratama Putra)

Dana Bijak merupakan layanan pinjaman online tanpa agunan yang menawarkan pinjaman mikro kepada masyarakat Indonesia.

  1. Datanest
Inilah 13 Startup Terpilih GK – Plug and Play Batch Kedua
Datanest (eksklusif/Technologue.id)

Datanest membantu para perusahaan untuk mengolah data dengan machine learning dan Artifical Intelligence sehingga dapat dijadikan landasan pengambilan keputusan.

“Kami menyasar bisnis fintech di tanah air. Kami juga sudah bekerjasama dengan marketplace,” Manggala, CEO Datanest kepada tim kepada Technologue.id saat acara Plug and Play di kantor Plug and Play, Kuningan, Jakarta.

  1. Duit Hape

Duit Hape merupakan sistem pembayaran dan pengiriman uang seluler independen yang dapat bekerja di semua sistem operasi, operator, telekomunikasi dan bank. Duit Hape memungkinkan penggunanya melakukan setoran tunai dan penarikan, transfer, pembayaran cicilan, jaminan sosial dan sebagainya.

“Lebih dari 70% rakyat indonesia tidak memiliki rekening, inilah yang membuat kami menghadirkan Duit Hape. Duit hape memungkinkan pengguna melakukan transaksi keuangan melalui ponsel mereka,” ujar Sarah, CEO Duit Hape di tempat yang sama.

  1. Eresto

Eresto merupakan software managemen restoran berbasis cloud. Semua yang berhubungan dengan restoran dapat dijalankan di Eresto seperti manajemen persediaan, akutansi,CRM dan lainnya.

Baca juga:

Ini 3 Startup yang Berhasil Jadi Unicorn di Tahun 2017

  1. Gandeng Tangan

Gandeng Tangan adalah peer-to-peer lending platform yang bertujuan memberikan investasi jangka pendek untuk UKM.

  1. Gringgo

Gringgo menawarkan solusi pengolahan sampah melaui aplikasi.

“Kami menyediakan solusi pengolahan sampah melalui digital berbasis website dan mobile. Indonesia merupakan no 2 dengan sampah terbanyak. Dimulai dari Bali, kami melihat banyak sampah menumpuk di hutan mangrove, sungai dan lainnya. Kami akan melakukan ekspansi di semua wilayah Indonesia dan seluruh negara di belahan dunia,” papar Febri, CEO Gringgo.

  1. Indogold

“Platform ini memudahkan penggunanya dalam investasi emas,” ungkap Indra, Founder Indogold.

Indogold sendiri merupakan platform online yang membantu penggunanya dalam melakukan investasi emas secara aman dan fleksibel. Mulai dari tabungan emas dengan berat terkecil 0.0001 gram, layanan cicilan untuk member, penggadaian logam mulia dan sebagainya.

  1. Manpro

Manpro adalah aplikasi project management, khususnya untuk dokumentasi proyek konstruksi. Dengan Manpro, pengguna dapat mengakses dokumen atau gambar dengan mudah.

  1. Periksa ID

Periksa ID adalah solusi terintegrasi yang dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan menjadi lebih responsif, efektif dan transparan. Melalui platform ini, pengguna dapat menulis resep, menyimpan catatan media, mengelola data pasien, menulis resep dan lainnya.

“Kita menemukan masalah di rumah sakit seperti antrian pasien menumpuk karna minim nya data dari masing masing instansi dari rumah sakit tersebut,”  imbuh Indri, Founder Periksa.id.

Baca juga:

Indonesia Pasar Potensial untuk Industri Edutech

  1. Trukita

Trukita merupakan platform online yang memungkinkan pengguna mendapatkan harga terbaik untuk trucking dan kargo.

“Trukita memungkinkan pelaku ukm untuk jasa pengiriman lebih mudah kita juga menyediakan perangkat teknologi,” ucap Adi, CEO Trukita.

  1. Weston

Westen menyediakan solusi renewable energy system di daerah terpencil di Indonesia. Sistem ini dapat digunakan oleh setiap rumah untuk mendapatkan akses listrik dengan sistem pembayaran pay per use yang terjangkau.

“Kita akan selesaikan permasalahan listrik seperti mati lampu melalui Weston,” tutup Win, CEO Weston.