Jangan Tunda, Operator Telco Harus Cepat Terjun ke IoT!

Technologue.id, Jakarta – Di luar layanan data, operator seluler terus menggali potensi dari layanan lain yang kesempatannya lebih terbuka, salah satunya adalah melalui bisnis Internet of Things (IoT).

Bukan sekedar tren, IoT akan menjadi masa depan perusahaan telco. Di saat market seluler sudah jenuh namun potensi IoT ini masih terbuka sangat lebar. Jika menunda, pengalaman pahit ‘ditunggangi’ pemain Over-The-Top (OTT) bakal terjadi kembali.

Baca juga:

Telkomsel Bangun Lab IoT Dorong Penguatan Ekosistem

Hal itu dikatakan oleh Ahmad M. Ramli, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, saat ditemui di Konferensi IoT sekaligus Launching Telkomsel Innovation Center (TINC) dan Telkomsel IoT Lab, di Balai Kartini, Rabu (25/07/2018).

“Operator harus masuk ke IoT. Saat ini pendekatannya sudah sangat IoT. Kalau kemudian operator tidak cepat merespons maka pengalaman kita tentang masalah OTT dahulu akan terulang. Siap-siap kita akan menjadi ‘pipanya’ tapi digunakan secara luas oleh pelaku IoT lain,” ujar Prof Ramli.

Baca juga:

Telkomsel Satukan Solusi Bisnis UKM dalam Satu Portal

Ramli begitu mendesak operator telco agar tidak menunggu waktu lama untuk menggarap ekosistem IoT. Operator telco harus mampu menerapkan teknologi ini atau akan tertinggal zaman. Apalagi, ia menjelaskan, IoT tidak selalu suatu yang rumit dan kompleks, tapi sebenarnya sangat efisien.

Ia mencontohkan, negara Perancis saat ini sudah 91 persen tercover oleh teknologi IoT padahal hanya mengandalkan 1600 base transceiver station (BTS) saja.

“Kita tidak bisa bicara dalam rentang waktu yang lama. Revolusi industri 4.0 akan terjadi dalam waktu 10 tahun, berbeda dengan revolusi industri sebelum-sebelumnya. Ketinggalan dua tahun saja, perbedaannya sudah jauh sekali,” ujar Ramli.

Baca juga:

Telkomsel: Kami Tidak Akan Bertarung dengan Telkom

Sementara dari sisi regulasi, Ramli menguraikan, saat ini Pemerintah tengah menyiapkan RUU penyiaran, agar bisa mendapat dividen frekuensi 700 MHz sebesar lebih dari 100 MHz. Dengan dividen digital itu, pemanfaatan internet pun semakin luas untuk implementasi IoT.

Latest News

Saingi TikTok, Snapchat Rilis Fitur Spotlight

Technologue.id, Jakarta - Snapchat meluncurkan fitur terbaru mereka bernama Spotlight untuk menyaingi ketenaran TikTok. Seperti pesaingnya itu, Spotlight bakal...

Ada Bug, Fleets Twitter Bisa Dilihat Meski Sudah Kadaluwarsa

Technologue.id, Jakarta - Fitur baru Twitter, Fleets dikabarkan mengalami bug. Mengakibatkan konten yang semestinya menghilang setelah 24 jam, kini bertahan lebih dari...

Pesta di Rumah Bos UBER Tanpa Masker!

Technologue.id, Jakarta - CEO Uber, Travis Kalanick, dilaporkan menggelar pesta dalam ruangan besar meski tengah pandemi. Pesta yang berlangsung di penthouse Kalanick...

Seorang Ibu Dikecam Lantaran Beri Makan Bayi dengan Nasi Daging

Technologue.id, Jakarta - Seorang ibu di Amerika Serikat dikecam netizen lantaran memberikan makanan yang tak wajar untuk putrinya. Mereka bahkan mengancam untuk...

Review Oppo Watch 41 mm (Wi-Fi): Tampil Menawan dengan Desain Stylish

Technologue.id, Jakarta - Oppo yang selama ini dikenal sebagai produsen smartphone yang fokus menyajikan fitur kamera, kini mulai melakukan berbagai diversifikasi produk....

Related Stories