Technologue.id, Jakarta – Facebook telah mengakui bahwa platformnya telah diretas. Sebanyak 50 juta akun telah dijebol pada 25 September lalu dari celah keamanan fitur “View As” dan 40 juta lainnya di-reset access token-nya. Total, ada 90 juta akun yang terdampak dari serangan siber ini.

Sebagai langkah keamanan, Facebook meregenerasi access token 90 juta akun tersebut guna memberikan pengamanan lanjutan dan memperbaiki masalah ini. Jika Anda mungkin termasuk salah satu dari 90 juta akun tersebut, jangan khawatir. Sebab sejatinya, tak banyak hal yang bisa Anda lakukan.

Baca juga:

Facebook Kena Hack, 50 Juta Akun Pengguna Dijebol

Bahkan, menurut David Maciejak, Director of Security Research Fortinet, Anda tak perlu untuk mengubah kata sandi menjadi lebih kompleks. Dalam penjelasannya pada redaksi (10/10/2018), kalau Anda ingin lebih memastikan keamanan akun Facebook Anda, baiknya identifikasi dan hilangkan akses koneksi mencurigakan dari akun Anda.

Untuk melakukannya, masuklah ke pengaturan akun Anda, lalu buka “Keamanan dan Login” dan tinjau entri di bagian “Di mana Anda Masuk”. Dari sana, Anda dapat mengambil tindakan dan mencabut entri berbahaya.

Baca juga:

Hacker Pakai Jutaan Akun Facebook Curiannya untuk Bobol Medsos Lain?

Fortinet menyatakan bahwa jutaan orang telah berhenti menggunakan Facebook dan menghapus akun mereka setelah insiden kebocoran data ini. Wajar, ini bukanlah kali pertama Facebook terlibat skandal. Masih ingat skandal mereka dengan Cambridge Analytica, bukan?

Baca juga:

Facebook Akui Manfaatkan Nomor Ponsel Pengguna untuk Iklan

Menurut beberapa laporan, Facebook menghadapi kemungkinan denda $1,63 miliar (hampir Rp2.500 triliun) di Eropa karena insiden ini. Facebook dengan bantuan FBI masih menyelidiki masalah ini. Untuk sementara, belum jelas siapa yang melakukan cyber attack ini atau adakah sasaran tertentu yang disasar peretas.