Technologue.id, Jakarta – Kejahatan cyber kian merajalela. Bermacam serangan cyber, mulai dari virus, malware dan lainnya dilancarkan oleh para hacker di seluruh belahan dunia. Beragam perangkat menjadi target sasaran serangan cyber seperti komputer dan mobile. Baik perangkat perorangan maupun perusahaan menjadi incaran para hacker.

Kaspersky Lab melaporkan bahwa 47 persen perusahaan di Indonesia kehilangan data yang diakibatkan serangan cyber. Kaspersky juga memiliki sejumlah antivirus yang dapat mencegah serangan cyber untuk perangkat komputer dan mobile. Untuk consumer maupun enterprise disediakan oleh Kaspersky.

Baca juga:

Kaspersky: Waspada, Cloud Tidak 100% Aman!

Tercatat oleh Kaspersky tiga jenis data perusahaan yang paling banyak diretas. Data tersebut meliputi informasi pelanggan yang sangat sensitif yang dialami oleh 49 persen UKM dan 40 persen korporasi. Kemudian informasi mendasar mengenai karyawan berjumlah 35 persen untuk UKM dan 36 persen untuk korporasi. Selanjutnya e-mail dan komunikasi internal sebesar 31 persen untuk UKM dan 35 persen untuk korporasi.

“Hampir semua perusahaan sudah menggunakan layanan berbasis mobile. Semua data yang digunakan disimpan di smartphone ataupun cloud. Kami juga menghadirkan antivirus versi mobile untuk melindungi data tersebut,” Jemmy Handinanta, Pre Sales Specialist Kaspersky Indonesia menjelaskan kepada Technologue.id di kawasan Thamrin, Jakarta, Kamis (08/03/2018).

Baca juga:

Tahun 2017, Google Bagi-bagi Rp41 Miliar Buat Para Hacker Saja

Selain menghadirkan layanan antivirus, Tim Kaspersky juga membagikan tips dalam mencegah serangan cyber kepada Technologue.id.

“Password menjadi hal terpenting dalam dunia security. Password yang unik seperti kombinasi angka, huruf besar dan kecil, simbol menjadikan password semakin kuat sehingga tidak mudah ditebak oleh para hacker. Jangan gunakan password yang mudah ditebak sehingga mudah sekali untuk diretas. Misalnya tanggal lahir, password standar seperti 1234 atau lainnya,” papar Dony Koesmandarin, Business Development Manager Kaspersky Indonesia di tempat yang sama.

Dony menambahkan bahwa seringkali para pemilik password menggunakan password yang mudah ditebak sehingga mudah diretas.

“Tidak hanya hacker yang dapat melakukannya orang biasa pun bisa. Mereka hanya menebak password yang biasa digunakan orang pada umunya, maka seketika akun email atau lainnya yang dimiliki penggunanya dapat dengan mudah dibuka,” ungkap Dony.

Baca juga:

Pengguna Aplikasi Mobile Banking Masih Jadi Incaran Lezat Para Hacker

Dony juga mengungkapkan perilaku masyarakat Indonesia kebanyakan yang tidak pernah mengganti password seperti pin ATM atau password internet banking standar yang diberikan oleh Bank.

“Sebaiknya ganti pin ATM atau password internet banking yang diberikan Bank saat pertamakali menjadi nasabah Bank tersebut agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena sering sekali data nasabah Bank diperjualbelikan oleh oknum tak bertanggung jawab. Jangan lupa gunakan password yang kuat agar tidak mudah diretas,” tutup Dony.