Technologue.id, Jakarta – Seperti dilaporkan sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) kemarin telah melayangkan Surat Peringatan Tertulis Kedua (SP II) kepada Facebook atas kasus penyalahgunaan data pribadi pengguna oleh pihak ketiga.

Teguran yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, itu mendorong Facebook Indonesia agar bersedia memberikan penjelasan atas skandal yang membelit media sosial berpengguna 2 miliar sedunia itu serta laporan tertulis hasil audit Facebook. Laporan hasil audit itu sendiri dibutuhkan pemerintah untuk memperkirakan potensi permasalahan yang timbul akibat skandal ini.

Baca juga:

Tak Puas dengan Respons Facebook, Kemkominfo Kirimkan SP II

- Advertisement -

Di samping teguran lanjutan ini, Kemkominfo juga mengungkap (10/04/2018) bahwa pihaknya sudah menemukan entitas yang modusnya diduga mirip Cambridge Analytica. Mereka menyediakan kuis dan personality test, misalnya CubeYou dan AgregateIQ, untuk menggaet data pengguna dan bukan tidak mungkin menyalahgunakannya. Ironisnya, barangkali user Facebook yang telah menggunakan aplikasi tersebut hanya sekadar iseng mencoba dan tak paham akan ancaman kebocoran data personalnya.

Baca juga:

Facebook Ingatkan Jutaan Pengguna yang Datanya Diretas

Oleh karenanya, dalam SP II itu pula, kementerian yang ada di bawah komando Rudiantara tersebut mendesak Facebook menutup aplikasi atau fitur kuis personality test yang berkaitan dengan potensi penyalahgunaan data pribadi pengguna Facebook Indonesia.

Baca juga:

Data Netizen Indonesia Bocor, Facebook Dibayangi Denda Rp12 Miliar

SP II adalah tindak lanjut pemerintah dalam mencoba menyelesaikan skandal penyalahgunaan data yang melibatkan Facebook dan Cambridge Analytica. Dari penjelasan Facebook sendiri, ada sekitar 1 jutaan data netizen Tanah Air yang kemungkinan telah bocor ke pihak ketiga. Meski tampak cukup banyak, jumlah itu tidak ada apa-apanya dengan data warga Amerika Serikat yang menjadi negara terbesar korban kebocoran data ini, yaitu mencapai 70 jutaan.