Technologue.id, Jakarta – Mall online seperti Bukalapak, Tokopedia, Lazada, OLX, hingga Shopee dan Blibli.com terbukti makin besar. Terlepas dari perbandingan volume transaksi yang mereka tampung, ada faktor lain yang membuat e-commerce nasional saat ini telah jauh meninggalkan mall offline, yakni dari belanja iklan televisinya.

Mengutip pemaparan data yang redaksi terima (27/10/17), hasil monitoring iklan televisi (TVC) Adstensity menunjukkan pada Januari sampai September 2017, total belanja iklan dari tiga brand department store terbesar (Matahari, Metro, dan Ramayana) “hanya” Rp40,41 miliar. Nominal tersebut memang tampak besar, tapi terpaut sangat jauh dengan belanja iklan para retail online nasional.

Baca juga:

“Negara” Baru yang Makin Besar Itu Bernama Amazon

Dari 17 brand yang terpantau memasang iklan di televisi di periode yang sama, duit yang mereka gelontorkan mencapai Rp1,25 triliun. Penyumbang terbesarnya secara berurutan adalah Bukalapak (Rp244,98 miliar); Tokopedia (Rp225,70 miliar); Shopee (Rp177,92 miliar); Blibli.com (Rp151,34 miliar); dan OLX (Rp125,21 miliar).

Selain kalah telak ketika head-to-head dengan nominal total belanja televisi pelaku e-commerce, uang yang digelontorkan department store tahun ini juga menurun daripada tahun lalu. Pada Januari sampai September 2016, dana belanja mereka padahal dua kali lipat lebih banyak daripada tahun ini, yakni sebesar Rp80,90 miliar.

Baca juga:

JD.ID: Kami Sedang Buru Dalang di Balik Pembuat Situs Palsu

Sebenarnya, total belanja iklan televisi dari industri e-commerce Tanah Air pun mengalami penurunan, tetapi tidak terpaut jauh. Tahun lalu, mereka menghabiskan dana belanja senilai Rp1,47 triliun.

Baca juga:

Lewati Lazada dan Tokopedia, E-Commerce Ini Jadi yang Terpopuler di Indonesia

Data statistik di atas diperoleh Adstensity berdasarkan rekaman semua iklan televisi di 13 stasiun tv nasional yakni RCTI, SCTV, Indosiar, MNC TV,TransTV, Trans7, Global TV, MetroTV, TV One, ANTV, KompasTV, Net TV, dan TVRI. Adstensity mencatat volume iklan dan harga iklan sesuai dengan data yang dipublikasikan (publish rate), sehingga nilai yang tercatat adalah nilai bruto dengan mengesampingkan diskon, potongan harga, atau deal lain dalam praktik bisnis pemasangan iklan antara pengiklan dengan stasiun televisi.