Technologue.id, Jakarta – Drama percobaan penculikan yang diduga dilakukan oknum driver terjadi di Jakarta. Kisahnya pun menjadi viral setelah si korban, T (25) menceritakannya di media sosial.

“Sebenarnya masih shock sampe sekarang dan gemetar sama kejadian tadi siang, cuman mau share saja buat pelajaran buat cewek-cewek apalagi yang suka naik grabcar sendiran siang atau malam,” ujarnya dalam Instagram Stories @tiannwu.

T menceritakan, dirinya dibawa berputar-putar oleh driver taksi online seperti hendak diculik. Dia berkali-kali menegur si driver lantaran jalanan yang dilewati sudah keluar dari rute dalam map. Selain itu, driver memembawa mobil dengan melaju kencang.

Baca Juga:
Program Grab Guna Tingkatkan Kesejahteraan Mitra Driver

Kejadian tersebut bermula pada Kamis (6/2/2020) siang lalu, T memesan taksi online dari tempat indekosnya di Palmerah, Jakarta Barat.

Saat itu, T memesan taksi online untuk menuju ke dua titik, pertama ke kantornya di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, dan melanjutkan ke titik kedua di ICE BSD, Serpong.

Korban mengaku awalnya sudah curiga terhadap oknum driver tersebut lantaran perlu waktu lama agar tiba di lokasi penjemputan. Padahal jaraknya dekat.

“Tapi saat itu, saya masih berpikiran positif mungkin sinyalnya jelek,” kata T.

Sopir taksi online saat itu tiba setelah 15 menit kemudian. Lagi-lagi T masih berpikiran positif karena sopir taksi online tersebut menyapanya dan menanyakan tujuannya. Menurut dia, dari kosannya ke Dharmawangsa harusnya berputar namun si sopir malah lurus menjauh.

Setelah 2 menit perjalanan, tiba-tiba T mendengar suara. Dia kurang tahu pasti, apakah suara itu keluar dari handy talky (HT) atau handphone. Menurut T, si sopir berbisik ‘poin satu… masuk’.

“Nah, di situ dia jawabnya bisik-bisik ‘poin satu… masuk satu’,” ucapnya menirukan sopir tersebut.

Baca Juga:
Pesan Taksi Online Grab Langsung dari Aplikasi Booking.com

Di situ T mulai curiga. Kecurigaannya kian bertambah ketika melihat perjalanan yang semakin menjauh dari tempat tujuan. T pun kemudian mengingatkan sopir bahwa tujuannya ke Dharmawangsa dahulu, baru kemudian ke Ice BSD.

Selama perjalanan, si sopir juga sering meliriknya melalui kaca spion. Sampai kemudian T sadar mobil Toyota Sigra yang ditumpanginya itu sudah masuk ke Tol arah Merak. Dengan nada sedikit keras, T mengingatkan sopir untuk keluar dari jalan tol.

“Saya teriak ‘lho kok ini malah masuk tol’, Pak saya gak mau ke arah Merak atau Tangerang, saya mau ke (Jakarta) Selatan! Puter balik pak kita sudah salah jalan. Ini gak seharusnya masuk tol,” teriaknya.

Perdebatan dengan sopir pun terjadi. Dalam kepanikan, T kemudian mengirimkan lokasi ke pacarnya. Dia juga memencet tombol emergency di aplikasi Grab yang terhubung ke call center.

“Saya telepon ke pihak call center taksi online tersebut, itu dia (sopir) mendengar saya menceritakan kejadiannya. Di situ dia melototin saya sambil dia teriak-teriak ‘poin satu… poin satu’ lalu dia membentak saya ‘ini sudah sesuai map!’,” bebernya.

Dalam percakapan telepon, pihak call center memastikan akan mengirimkan tim Satgas untuk menjemputnya. Telepon pun terus tersambung selama T berada di dalam mobil tersebut. Sopir panik dan mengerem mendadak hingga barang bawaan T jatuh.

Singkat cerita, sopir tersebut kemudian akhirnya menurunkannya di pinggir tol. T lantas menyusuri jalan sepanjang tol mencari pintu keluar tol. Dia akhirnya tiba di jalan raya di dekat AKR Tower, Kebon Jeruk.

Kejadian horor ini bikin T syok. Pacar T sudah menjemput meski pihak taksi online masih menawarkannya untuk dijemput. T berencana melaporkan driver tersebut.