Technologue.id, Jakarta – Belum lama ini, Spotify mengumumkan bahwa podcastnya telah meningkat hingga 200% tahun ke tahun dalam pendapatan kuartal keempat ini. Layanan streaming musik tersebut mengklaim sudah memiliki lebih dari 700.000 podcast yang mana 16% penggunanya mendengarkan podcast.

Meskipun begitu, dilansir dari The Verge (6/2/2020) peningkatan tersebut belum mampu mengatasi kerugian yang dialami Spotify yaitu sebesar USD 230 juta atau setara Rp 3 Triliun yang sangat kontras dengan laba triwulan ketiga selama kuartal ketiga. Bahkan, Spotify sendiri memperkirakan kerugian ini akan berlanjut hingga sisa tahun 2020 yang disebut sebagai tahun investasi.

Baca Juga:
Tampilan Profile TikTok Contek Instagram?

Spotify berharap untuk mengakhiri tahun 2020 ini mampu menggaet sekitar 150 juta pelanggan berbayar, dan lebih dari 300 juta pengguna aktif. Perusahaan juga optimis bahwa dengan podcast ini akan berperan dalam menarik lebih banyak pelanggan berbayar.

Pihak Spotify mengatakan, “kami memiliki semakin banyak bukti yang menyatakan bahwa keterlibatan pengguna premium yang berasal dari konten podcast memberikan manfaat yang signifikan.”

Baca Juga:
Pendapatan Tahunan Instagram Lampaui YouTube

Spotify sendiri telah melakukan banyak investasi dalam bisnis podcasting-nya dengan mengakuisisi perusahaan podcasting Gimlet, Anchor, dan Parcast dan mengumumkan kemitraan dengan Barack serta perusahaan produksi Michelle Obama tahun lalu. Bahkan, Spotify berencana untuk memonetisasi podcast ini dengan iklan bertarget yang ditayangkan menggunakan teknologi Pengiklanan streaming terbaru.

Sampai akhir tahun ini konten podcast diprediksi masih akan terus diminati dengan pembaruan topik pembicaraan yang terus berganti setiap harinya.